BANGKALAN, koranmadura.com – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir saat bekerja sebagai kuli gedung di Malaysia akibat serangan penyakit komplikasi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana mengonfirmasi bahwa almarhum berjulukan Achmad Sahri (52), penduduk Desa Tagungguh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan penelusuran info Disperinaker, almarhum telah merantau dan bekerja di Negeri Jiran sejak 10 tahun silam melalui jalur nonprosedural (ilegal).
Kendati menderita riwayat penyakit kronis, Sahri tetap memeras keringat sebagai pekerja gedung demi menopang perekonomian keluarga. Nahas, pada Kamis, 24 September 2026 lalu, dia mengalami serangan jantung dahsyat hingga merenggut nyawanya.
“Dari surat nan kami terima dari KBRI Kuala Lumpur, nan berkepentingan meninggal lantaran sakit jantung lampau juga punya riwayat glukosuria dan stroke,” kata Kepala Disperinaker Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, Sabtu, 26 September 2026 hari ini.
Pasca-menerima laporan duka, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur memproses pemulangan jenazah ke tanah air. Almarhum diterbangkan dari Malaysia pada Jumat, 25 September 2026 menggunakan maskapai AirAsia dan mendarat di Bandara Internasional Juanda pukul 17.00 WIB.
“Setelah proses manajemen dua jam, selanjutnya jenazah dipulangkan ke rumah duka di Desa Tagungguh menggunakan ambulans nan difasilitasi oleh UPTP2TK Surabaya,” ungkap Jemmi.
Jasad almarhum Tiba di rumah duka Tanjung Bumi sekitar pukul 21.30 WIB malam dan langsung diserahterimakan kepada pihak family dengan disaksikan oleh Kepala Desa Tagungguh setempat.
“Jenazah sudah kami serahkan ke keluarga,” tutupnya. (Mahmud/Fine)

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·