PAMEKASAN, koranmadura.com – Ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare tetap menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sepanjang musim kemarau.
Sengatan cuaca panas dan embusan angin kencang menyebabkan sebaran debu serta asap pembakaran beterbangan bebas hingga memicu gangguan pernapasan. Di sisi lain, penyakit diare mengintai masyarakat akibat konsumsi makanan dan air nan kurang higienis.
Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), Achmad Syamlan menyampaikan bahwa temuan kasus ISPA dan diare terus dilaporkan sepanjang tahun 2026. Kendati demikian, angkanya dinilai relatif terkendali tanpa lonjakan drastis dibanding tahun sebelumnya.
“Tidak ada kenaikan kasus,” kata Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan, Achmad Syamlan, Sabtu, 26 September 2026 hari ini.
Syamlan menjelaskan bahwa serangan ISPA dan diare berisiko tinggi menyasar golongan rentan, khususnya anak-anak, balita, serta usia lanjut (lansia).
“Penyebabnya antara lain debu, asap dan makanan nan kurang higienis,” jelasnya.
Hingga saat ini, Dinkes Pamekasan mengonfirmasi belum mendeteksi kemunculan jenis penyakit menular lain akibat dampak kemarau. Adapun rekapitulasi info penderita ISPA unik periode September 2026 tetap dalam proses finalisasi laporan di tingkat akomodasi kesehatan.
Guna mencegah penularan meluas, Dinkes mengimbau penduduk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi asupan air putih, rutin berolahraga, serta menghentikan aktivitas membakar sampah pada siang hari nan memperburuk polusi udara.
“Jaga kesehatan dan gunakan masker saat keluar rumah,” pungkasnya.
Berdasarkan info historis Dinkes Pamekasan, sepanjang tahun 2025 lampau terdata sebanyak 52.764 kasus ISPA. Sementara untuk periode Januari hingga Agustus 2026, akumulasi penderita ISPA menyentuh nomor 11.710 kasus.
Untuk diagram penyakit diare, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 6.785 kasus. Adapun kurun Januari hingga Agustus 2026, akumulasi penderita diare terdata sebanyak 3.241 kasus. (Sudur/Fine)

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·