Kronologi Lengkap Ibu di Pamekasan Tega Habisi Nyawa Anak Kandung Sendiri

1 jam yang lalu 1
Kronologi Lengkap Ibu di Pamekasan Tega Habisi Nyawa Anak Kandung Sendiri

portalmadura.com – Kepolisian Resor Pamekasan membeberkan kronologi komplit peristiwa memilukan nan merenggut nyawa seorang anak berumur 10 tahun berinisial TD di tangan ibu kandungnya sendiri, DA. Tragedi berdarah ini terjadi saat kondisi rumah hanya menyisakan pelaku dan korban.

Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengungkapkan, sebelum tindakan penganiayaan berlangsung, pelaku sengaja menyuruh ibu kandungnya alias nenek korban untuk pergi keluar rumah membawa dua cucu lainnya membeli bakso di area Desa Bunder.

Ketika nenek korban kembali sekitar pukul 11.00 WIB, pintu rumah sudah terkunci rapat dari dalam. Menyadari kejanggalan tersebut, penduduk sekitar langsung berinisiatif mendobrak paksa pintu rumah untuk memandang kondisi di dalam.

Korban Ditemukan Penuh Luka Senjata Tajam

Saat pintu sukses dibuka, penduduk mendapati pemandangan mengerikan. DA terlihat tengah memegang senjata tajam jenis pisau dapur, sementara sang anak, TD, sudah tergeletak bersimbah darah di teras depan rumah.

Warga nan panik langsung bergerak sigap mengamankan pelaku dan melaporkan kejadian nahas tersebut ke Mapolres Pamekasan. Dari hasil pemeriksaan medis awal, korban menderita banyak luka sabetan dan tusukan barang tajam.

  • Luka robek pada bagian bahu kiri
  • Luka sabetan di bagian punggung
  • Luka robek di area pinggul sebelah kiri
  • Luka senjata tajam di dekat leher korban

Pelaku Ditetapkan Tersangka dan Diobservasi Kejiwaan

Ipda Yoni memastikan interogator telah menetapkan DA sebagai tersangka utama dalam kasus penganiayaan berat nan mengakibatkan kematian ini. Pihak kepolisian juga tengah mendalami riwayat serta kondisi psikologis pelaku.

Menurut keterangan pihak keluarga, DA mempunyai rekam jejak gangguan psikologis sejak tahun 2020. Kendati kondisinya sempat stabil pada 2023, indikasi tersebut kembali kambuh pada 2024 dan dilaporkan semakin memburuk dalam kurun waktu empat hari menjelang tindakan tragis tersebut terjadi.

“Penyidik tetap mendalami motif utama sekaligus memeriksa kondisi psikologis tersangka lebih lanjut untuk melengkapi berkas perkara penyidikan,” terang Yoni.

Navigasi pos

Selengkapnya