BANGKALAN, koranmadura.com – Jurusan Akuntansi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar 4th International Colloquium on Forensic Accounting and Governance (ICFAG) 2026 untuk mendorong pengembangan riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah berstandar internasional.
Kegiatan nan digelar secara daring melalui Zoom pada Rabu, 28 Oktober 2026, tersebut menjadi penyelenggaraan keempat sejak pertama kali dilaksanakan pada 2020. Kolokium ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan peneliti untuk mempresentasikan hasil riset, khususnya di bagian akuntansi forensik dan tata kelola.
Ketua Program Studi S3 Akuntansi UTM, Prof. Tarjo, mengatakan aktivitas tersebut terbuka bagi mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor, serta peneliti nan mempunyai kesukaan pada tema terkait.
“Tujuannya adalah mewadahi dan memfasilitasi mahasiswa, baik program magister akuntansi maupun doktor, serta siapa pun nan berkeinginan dengan tema itu untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di level internasional,” ujar Prof. Tarjo.
Menurutnya, kolokium tidak sekadar menjadi tempat untuk memaparkan hasil penelitian. Peserta juga memperoleh kritik, evaluasi, dan saran dari reviewer serta pembahas guna menyempurnakan kualitas karya ilmiah mereka.
“Artikel nan dipresentasikan direview oleh reviewer dan pembahas nan memberikan saran agar hasil penelitiannya menjadi lebih layak untuk dipublikasikan,” jelas Prof. Tarjo, pembimbing besar bagian akuntansi forensik.
Melalui proses tersebut, peserta didorong menghasilkan tulisan nan memenuhi standar publikasi internasional. Naskah terpilih berkesempatan diarahkan untuk diterbitkan di jurnal bereputasi maupun prosiding ilmiah internasional.
Prof. Tarjo menilai keahlian menyampaikan pendapat secara lisan juga menjadi aspek krusial dalam forum akademik internasional. Peserta tidak hanya dituntut bisa menulis, tetapi juga menjelaskan hasil riset secara sistematis di hadapan audiens.
“Orang mungkin bisa menulis dengan cepat, tetapi belum tentu bisa menyampaikannya secara lisan. Melalui aktivitas ini, mahasiswa dan peneliti mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasannya di forum ini,” tuturnya.
ICFAG 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Prof. Dr. Zuraidah Mohd-Sanusi dari Accounting Research Institute (ARI), Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta Yasser Eliwa dari Sustainable Governance, Zayed University, Uni Emirat Arab.
Pembicara lainnya adalah Dr. Heri Subowo, Chair of the Board of Directors ACFE Indonesia Chapter sekaligus Senior Advisor for Risk Management di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), serta Prof. Dr. Arif Muntasa dari UTM.
Setelah sesi pemaparan materi, aktivitas dilanjutkan dengan call for papers melalui sejumlah ruang obrolan paralel. Dalam sesi tersebut, peserta mempresentasikan tulisan ilmiah untuk memperoleh masukan dan memperkuat substansi penelitian.
Melalui ICFAG 2026, UTM berupaya memperluas kerjasama akademik sekaligus mendorong lahirnya penelitian di bagian akuntansi forensik dan tata kelola nan berbobot serta relevan dengan kebutuhan global.
“ICFAG 2026 ini diharapkan menjadi ruang kerjasama untuk melahirkan penelitian berbobot nan relevan dengan kebutuhan global,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·