KKN Universitas Annuqayah Posko 43 Kenalkan Rocket Stove untuk Atasi Sampah di Galis Giligenting

43 menit yang lalu 1
Rocket(KM/IST) PEDULI LINGKUNGAN: Mahasiswa KKN UA Posko 43 saat membangun Rocket Stove berbareng penduduk setempat.

KABAR MADURA | Persoalan sampah di lingkungan madrasah dan masyarakat memerlukan pengelolaan nan lebih dari sekadar membuang sampah pada tempatnya. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Annuqayah (UA) Posko 43 memperkenalkan teknologi sederhana berupa Rocket Stove melalui program unggulan Eco Annibros.

Kegiatan tersebut direalisasikan di PP MIS Annibros I, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Senin (7/9/2026). Selain memperkenalkan pembuatan Rocket Stove, mahasiswa juga memberikan pemahaman kepada siswa, staf madrasah dan masyarakat mengenai prinsip kerja serta pengelolaan sampah nan lebih bijak.

Ketua KKN Posko 43, Ahmad Zainuallah menyampaikan, Rocket Stove tidak hanya ditujukan untuk membantu kebutuhan operasional madrasah, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran berbareng dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.

“Kami memberikan penyuluhan tentang limbah sampah agar dapat dikelola dengan tepat. Rocket Stove menjadi salah satu pengganti untuk membantu proses pembakaran sampah dengan asap nan lebih minim,” kata Zain.

Menurutnya, persoalan sampah memerlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, mahasiswa juga mendorong siswa dan masyarakat memanfaatkan kembali peralatan jejak maupun limbah nan tetap mempunyai nilai guna melalui aktivitas daur ulang.

“Dengan memanfaatkan peralatan jejak alias limbah nan tetap dapat digunakan, siswa dan masyarakat dapat mengembangkan produktivitas melalui daur ulang sekaligus mengurangi penumpukan sampah dan akibat pembakaran terhadap lingkungan,” paparnya.

Apresiasi terhadap aktivitas tersebut disampaikan penduduk setempat, Badri. Ia menilai program KKN Posko 43 memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah.

Badri juga turut membantu pembangunan Rocket Stove dengan menyediakan sejumlah peralatan, seperti cangkul, meteran, cetok, gergaji dan peralatan lainnya.

“Kegiatan ini sangat membantu dan berfaedah bagi kami, terutama tentang langkah mengelola sampah. TPS alias Rocket Stove bisa menjadi media nan diterapkan di lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Program Eco Annibros diharapkan tidak berakhir setelah masa pengabdian mahasiswa KKN UA berakhir. Kehadiran Rocket Stove sekaligus menjadi sarana edukasi agar siswa dan masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan serta mulai menerapkan pola pengelolaan sampah nan tepat dan berkelanjutan. (ong)

Iklan Madura United

Selengkapnya