Oleh: Ahmad Sahidah, Dosen Program S3 Al-Qur’an dan Media Sosial Universitas Nurul Jadid.
Klinik Az-Zainiyyah mengumumkan bahwa hari Selasa, 28 Juli 2026, pukul 08.00 WIB bakal digelar kegiatan donor darah. Saya pun datang ke letak dengan melangkahkan kaki dari kampus sembari menikmati sinar pagi nan hangat. Dengan mengayunkan tungkai, saya merasakan alam dan berpapasan manusia yang juga berjalan kaki.
Sesampai di lokasi, saya adalah orang kedua nan diperiksa HB, tensi, dan golongan darah. Setelah dianggap layak, saya pun pergi ke ruangan dan berjumpa dengan petugas PMI, Sandi, nan bekerja dengan cermat. Seraya menunggu, kami pun berbincangtentang bumi pekerjaan, keluarga, dan kehidupan. Tatkala jarum menusuk lengan dan darah mengalir ke kantong, saya merasakan bahwa tubuh ini tidak hanya milik saya, tetapi juga orang lain.
Pengalaman sederhana ini memperlihatkan bagaimana tubuh kita menjadi objek pengetahuan dan aturan kedokteran. Tubuh dinyatakan layak dan tidak layak melalui standar tertentu. Dalam perspektif Michel Foucault, tubuh seperti ini merupakan tubuh yang didisiplinkan (disciplined body), ialah tubuh nan diatur melalui beragam sistem pengetahuan dan kekuasaan.
Lebih jauh, dalam Discipline and Punish, filsuf berkepala plontos ini menjelaskan bahwa salah satu institusi yang menggerakkan tubuh adalah sekolah. Setidaknya, kesadaran terhadap kebugaran muncul kala sayamengikuti senam di sekolah dasar dan Palang Merah Remaja di sekolah menengah.
Bila dikaitkan dengan kekuasaan negara, jelas kebiasaan di atas bisa dilihat sebagai biopower. Melalui konsep ini, Foucault menjelaskan gimana negara dan beragam lembaga modern mengelola kehidupan biologis masyarakat melalui nomor kelahiran, vaksinasi, statistik, kebijakan reproduksi, dan angan hidup. Apakah tubuh Anda diatur oleh lembaga tempat Anda berkhidmat?
Menariknya, tubuh berkelindan dengan identitas, nan tidak dilihat semata-mata kebenaran alamiah, tetapi dikerangkeng dalam kategori-kategori seperti normal, abnormal, sehat, dan sakit. Pendek kata, langkah masyarakat mentakrif dan mengelompokkan tubuh dipengaruhi oleh pengetahuan, institusi, dan relasi kekuasaan pada suatu masa. Kita merasakan bahwa waktu bisa mengubah langkah kita melihat sesuatu.
Sepintas, ada kesan bahwa gagasan tentang tubuh di atas mengandaikan hubungan kekuasaan nan menindas. Padahal, ada buahpikiran lain Foucault nan menarik untuk ditimbang, ialah pemeliharaan diri (le souci de soi) nan merupakan konsep etik inti nan dikembangkan dalam jilid ketiga dari History of Sexuality. Ia nan mengacu pada praktik filosofis Romawi-Yunani epimeleia heautou, sebuah komitmen aktif, sepanjang kehidupan untuk mengenal, membentuk dan mentransformasikan diri sendiri.
Tentu saja, pengembangan pribadi setiap perseorangan berasas pengetahuan, pengalaman, dan pencarian nan berkelindan dengan lingkungannya tempat dia tumbuh. Kita bisa memandang donor darah sebagai titik Keterhubungan dengan sesama. Alih-alih merupakan corak keakuan alias pengasingan diri, praktik merawat diri (care of the self) justru memampukan seseorang untuk bertindak secara etis dan menyampaikan kebenaran secara terus terang (parrhesia) dalam kehidupan sehari-hari.
Betapa sekantong darah itu bisa menyelamatkan orang lain. Dulu, saya kudu naik bus ke instansi Palang Merah Indonesia Surabaya dari Pamekasan untuk mendapatkan lima kantong darah AB agar ayah bisa mendapatkan transfusi lantaran anemia. Saya pun tahu bahwa darah itu tidak mempunyai nama, yang dari sini kita menyimpulkan bahwa puncak tertinggi dari tindakan budi pekerti itu adalah ketulusan.
Pada hari mendonor itu, saya berjumpa dengan Pak Khalidi, staf perpustakaan Universitas Nurul Jadid, di musala kampus, yang menyampaikan bahwa dia bakal melakukan kegiatan serupa di perumahan tempat dia tinggal dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Jelas, seremoni ini merupakan penegasan bahwa merdeka tidak hanya menggaungkan kata, tetapi bertindak nyata dengan berbagi, nan itu bisa dilakukan oleh tubuh kita.
Apa pun motifnya, apa nan dilakukan tubuh bakal diuji dalam ruang sunyi. Jiwa akan berbincang secara jujur dan di sinilah kehidupan sebenarnya sedang berlangsung. Tubuh yang tidak pernah digunakan untuk melayani sesama sesungguhnya telah kehilangan makna hidupnya jauh sebelum kematian biologis datang.

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·