Kesaktian Pancasila dalam Semangat Belajar Santri: MTs-MA Kyai Mudrikah Hidupkan Nilai Kebangsaan melalui Tujuh Pilar Pendidikan

51 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning berjalan dalam suasana khidmat, edukatif, dan penuh semangat kebersamaan. Peringatan diawali dengan Upacara Bendera 1 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas game bertema Kesaktian Pancasila nan dirancang sebagai ruang belajar kontekstual bagi para santri. Momentum tersebut menjadi langkah unik madrasah dalam mempertemukan nilai kebangsaan dengan kultur pendidikan pesantren, sehingga Pancasila datang sebagai nilai nan dipahami melalui pengalaman, interaksi, dan praktik kehidupan bersama.

Bagi MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Pancasila mempunyai ruang perbincangan nan kuat dengan pendidikan pesantren. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dapat tumbuh melalui kebiasaan nan dibangun dalam kehidupan santri. Karena itu, permainan edukatif tidak ditempatkan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai media pedagogis untuk melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, tanggung jawab, sportivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan. Di dalam suasana nan cair dan menyenangkan, santri belajar bahwa persatuan lahir dari keahlian hidup berbareng dan menghargai orang lain.

Nilai-nilai tersebut kemudian dikontekstualisasikan dengan tujuh pilar utama dan dua pilar penopang IBS PKMKK sebagai kerangka pendidikan nan mengintegrasikan kecakapan akademik, spiritualitas, bahasa, kreativitas, pengalaman, dan riset. Pilar-pilar tersebut menjadi ruang aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan pendidikan: membangun pribadi nan berilmu, berkarakter, komunikatif, kreatif, mandiri, bisa bekerja sama, dan mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memperoleh makna nan lebih substantif lantaran nilai kebangsaan diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan sehari-hari.

Peringatan tersebut memperlihatkan bahwa identitas kebangsaan dapat tumbuh melalui proses pembiasaan di lingkungan pendidikan. Upacara membangun kesadaran kolektif terhadap simbol dan sejarah bangsa, sementara game membangun pengalaman sosial melalui hubungan antarsantri. Keduanya membentuk ruang pendidikan nan mempertemukan memori kebangsaan dengan pengalaman generasi muda. Pancasila kemudian datang sebagai living values, nilai nan tidak berakhir pada mahfuz lima sila, tetapi dipraktikkan melalui langkah santri bekerja sama, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, menghormati sesama, dan menjaga kebersamaan.

Melalui momentum ini, MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning meneguhkan bahwa pendidikan kebangsaan dan pendidikan keislaman dapat melangkah dalam satu ruang nan harmonis. Spiritualitas membangun kedalaman moral, sementara Pancasila memberikan orientasi kehidupan berbareng dalam masyarakat nan majemuk. Pertemuan keduanya diharapkan melahirkan generasi santri nan mempunyai akar keagamaan nan kuat sekaligus kesadaran kebangsaan nan matang, generasi nan memahami bahwa mencintai bangsa merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan menjaga persatuan merupakan corak nyata dari adab dalam kehidupan bersama.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 akhirnya menjadi refleksi berbareng bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak semata ditentukan oleh institusinya, tetapi oleh karakter generasi nan tumbuh di dalamnya. Melalui upacara, permainan edukatif, dan penerapan tujuh pilar utama serta dua pilar penopang IBS PKMKK, MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning terus membangun kultur pendidikan nan mempertemukan iman, ilmu, karakter, kebangsaan, dan kehidupan sosial. Dari ruang kelas, laman madrasah, dan kehidupan pesantren, nilai Pancasila diupayakan tumbuh sebagai kebiasaan nan hidup: menghormati, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0