Kepala Puskesmas Bandaran Tegaskan Tak Ada Penolakan Pasien Stroke: Penanganan Darurat Didahulukan, Status BPJS Belakangan

2 jam yang lalu 3
TAK BERDAYA: Heri tampak terbaring lemas di rumahnya setelah pulang dari puskesmas. (Ist/Kabar Madura)

KABAR MADURA | Kepala Puskesmas Bandaran, dr. Nur Aini, membantah tudingan bahwa pihaknya melakukan penolakan terhadap Heri Sutrisno, penduduk Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, nan sempat viral lantaran dikabarkan ditolak berobat akibat kartu BPJS Kesehatan terblokir.

Nur Aini menjelaskan, saat pasien datang dengan kondisi penyakit stroke nan kambuh, pihak puskesmas langsung memberikan penanganan medis kedaruratan tanpa memandang status kepesertaan BPJS terlebih dahulu.

“Saya memang tidak menanyakan BPJS-nya dulu. Kita tanyakan keluhannya. Kita berikan kedaruratannya, dipasang oksigen, diinfus. Setelah itu, baru kita tanya nama, alamat, dan asuransinya,” ujar Nur Aini, Rabu (30/9/2026).

Terkait keputusan pasien nan akhirnya dipulangkan untuk dirawat di rumah, Nur Aini menegaskan bahwa perihal tersebut murni lantaran kapabilitas ruang rawat inap (bed) puskesmas sedang penuh (overload), sementara kondisi klinis pasien saat itu dinilai tetap memungkinkan untuk ditangani melalui rawat jalan.

“Kami hanya mempunyai 10 bed (tempat tidur). Saat itu, sedang penuh apalagi full, overload. Sementara tetap ada dua pasien nan menunggu untuk rawat inap. Pak Heri adalah pasien ketiga,” ungkapnya.

Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 24 detik memperlihatkan kondisi Heri nan terbaring lemas di rumahnya setelah pulang dari puskesmas sempat beredar luas dan memicu perhatian publik.

Dalam narasinya, pasien disebut-sebut tidak mendapatkan pelayanan rawat inap lantaran status BPJS nan terblokir.

Kendati demikian, setelah video tersebut mendapat respons sigap dari Wakil Bupati Pamekasan, Sukrianto, pada Selasa malam, pasien akhirnya dirujuk dan mendapatkan perawatan lanjutan di RSUD Smart Pamekasan.

Pihak Puskesmas Bandaran berambisi penjelasan ini dapat meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat sekaligus menegaskan komitmen akomodasi kesehatan tingkat pertama dalam memprioritaskan keselamatan jiwa pasien di atas segalanya. (fit/ong)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0