KABAR MADURA | Kebiasaan menggunakan masker di tempat umum mulai ditinggalkan masyarakat setelah pandemi Covid-19 mereda. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mengingatkan penggunaan masker tetap diperlukan, terutama di tengah kerumunan dan saat kondisi lingkungan meningkatkan akibat gangguan saluran pernapasan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Erlina, mengatakan masyarakat sekarang condong tidak lagi menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, seperti pasar, pameran, maupun pikulan umum.
Menurutnya, masker tidak hanya digunakan untuk mengurangi akibat penularan Covid-19, tetapi juga dapat membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan droplet, debu, dan sejumlah pemasok penyebab penyakit pernapasan.
“Sementara masyarakat sudah menghilangkan kebiasaan untuk pakai masker. Mereka sudah mikir oh enggak ada Covid-19 nih, padahal nan namanya masker itu sebagai pelindung bukan hanya Covid-19. nan paling luar biasa penyebarannya ini ya ISPA ini,” ujarnya, Senin (28/9/2026).
Erlina menilai kebiasaan menggunakan masker semestinya tetap dipertahankan dalam kondisi tertentu, terutama ketika seseorang berada di tengah kerumunan alias melakukan perjalanan.
“Kebiasaan pakai masker di kerumunan, terutama di kerumunan dan perjalanan, itu wajib. Jadi jika di rumah jangan pakailah biar sehat kulitnya,” tambahnya.
Perhatian terhadap penggunaan masker juga muncul lantaran kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) tetap ditemukan di Pamekasan. Balita dan lansia menjadi golongan nan perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama ketika terjadi cuaca panas, angin kencang, dan peningkatan paparan debu.
Terkait keluhan jerawat maupun masalah kulit nan terkadang menjadi argumen enggan menggunakan masker, Erlina menyarankan masyarakat memperhatikan kebersihan masker dan menggantinya secara berkala.
“Masker itu jika bisa jangan memakai nan kain, lantaran kain itu pertama tidak bisa menyerap keringat, pori pori otomatis tertutup dalam jangka waktu lama. Jadi strateginya kudu pakai masker nan sehat. Biar tidak jerawatan dan tidak kusam, masker itu kudu bersih. Kalau sudah keringetan 2 jam, ganti,” jelasnya.
Selain penggunaan masker sesuai kondisi, Erlina mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan pemenuhan asupan gizi.
Upaya tersebut dinilai krusial untuk mengurangi akibat gangguan kesehatan saluran pernapasan, terutama bagi golongan rentan dan masyarakat nan banyak beraktivitas di tempat ramai. (fit/waw)

2 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·