5 Dapur SPPG di Bangkalan Masih Proses SLHS, Dua di Antaranya Tetap Beroperasi

1 jam yang lalu 1
SPPG(KM/AINOR ROFIK) BEROPERASI: salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bangkalan nan menjadi bagian dari penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Sebanyak 212 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat berada di Bangkalan. Namun, dari jumlah tersebut, baru 131 SPPG nan aktif beroperasi.

Sementara itu, terdapat 8 SPPG nan untuk sementara berakhir beroperasi. Selain itu, lima dapur SPPG tetap dalam proses mengurus sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengungkapkan bahwa 8 SPPG tersebut terpaksa menghentikan operasional untuk sementara waktu lantaran sejumlah kendala.

“Saat ini memang ada 8 SPPG nan tutup sementara dengan argumen belum ada petugas gizi, VA, maupun dalam proses pembaharuan dapurnya,” jelasnya.

Di sisi lain, lima SPPG tetap dalam proses publikasi SLHS. Dari lima SPPG ity, dua di antaranya telah beraksi selama sekitar dua minggu, sedangkan tiga lainnya belum mulai beroperasi.

Bambang menegaskan, kelima SPPG itu tetap tergolong baru sehingga diperbolehkan beraksi sembari melengkapi persyaratan SLHS sesuai pemisah waktu nan telah ditentukan.

“Dua sudah beraksi baru dua minggu dan tiga tetap belum,” ungkap Bambang.

Menurutnya, kondisi tersebut tetap sesuai dengan ketentuan. Sebab, SPPG nan telah mulai beraksi diberikan waktu untuk menyelesaikan proses pemenuhan SLHS.

“Jadi sudah sesuai ketentuan, lantaran jika sudah beroperasional diberi waktu maksimal dua bulan sejak beraksi untuk melengkapi SLHS,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, dari total 212 SPPG di Bangkalan, sebanyak 145 SPPG telah mempunyai kepala dapur. Namun, 14 di antaranya tetap tergolong baru dan tengah bersiap memulai operasional.

Sekadar diketahui, dari dapur nan telah aktif, kapabilitas pelayanan mencapai 297.026 porsi. Rinciannya, sebanyak 240.141 porsi diperuntukkan bagi siswa dan 56.885 porsi untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B). (fik/zul)

Prof AQ

Selengkapnya