PAMEKASAN, koranmadura.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai kudu menjadi momentum utama memperkuat kepedulian sosial. Kemerdekaan ditegaskan tidak boleh berakhir sebatas seremoni seremonial tahunan belaka.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura), Hj. Ansari menegaskan bahwa spirit kemerdekaan wajib ditranslasikan dalam corak kerja nyata nan menyentuh kesejahteraan rakyat secara luas.
Menurut Ansari, kemerdekaan nan diraih lewat pertumpahan darah para pahlawan merupakan mandat sejarah nan kudu dirawat dan diisi oleh generasi penerus bangsa.
Amanah tersebut kudu diwujudkan melalui kebijakan nan adil, pemenuhan kesejahteraan sosial, serta agunan kesetaraan bagi seluruh komponen masyarakat untuk berkembang.
“Semangat kemerdekaan kudu kita isi dengan kerja nyata,” ujar Hj. Ansari, Selasa, 18 Agustus 2026.
Ia menambahkan, dinamika tantangan bangsa saat ini telah bergeser. Jika dulu para pejuang mengorbankan jiwa untuk merebut kemerdekaan dari penjajah, sekarang konsentrasi perjuangan bersambung pada pengentasan kemiskinan dan perbaikan taraf hidup masyarakat.
Dalam menghadapi kompleksitas persoalan sosial, nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian antar sesama penduduk dinilai sebagai pilar fundamental.
Ansari berpesan agar spirit kemerdekaan mewujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari terpenuhinya hak-hak mendasar hingga hadirnya rasa kondusif dan sejahtera.
“Jangan sampai kemerdekaan hanya menjadi seremoni tahunan,” tegasnya. (Sudur/Fine)

51 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·