Hari Kesaktian Pancasila, Kabag Kesra Setkab Pamekasan Muzanni Ingatkan Musyawarah Jangan Kalah oleh Ego

1 jam yang lalu 2
KM/DEWI FITRIA | Muzanni: Kabag Kesra Setkab Pamekasan

KABAR MADURA | Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum krusial untuk mengasah kembali pandangan serta meluruskan langkah hidup berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Pamekasan, Muzanni saat memberikan keterangan mengenai makna mendalam dari nilai nilai Pancasila.

Menurutnya, Pancasila merupakan pedoman utama sekaligus dasar dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Dia menyampaikan bahwa lima sila nan terkandung di dalamnya mulai dari ketuhanan nan maha esa hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan pondasi nan mendasari perilaku dan sikap setiap penduduk negara.

“Sila-sila dalam Pancasila ini mendasari kehidupan berbangsa. Manusia kudu bertakwa, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, berkeadilan, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial. Itulah makna sejati dari Kesaktian Pancasila,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Muzanni juga menambahkan bahwa, momentum Hari Kesaktian Pancasila hendaknya dimanfaatkan untuk mengasah kembali pemahaman masyarakat agar senantiasa berada pada koridor bernegara nan baik dan benar.

Selain itu, dia juga berpesan kepada masyarakat di negara nan berketuhanan seperti  di Indonesia untuk terus merawat dan menanam nilai-nilai keagamaan. 

Nilai kepercayaan diharapkan menjadi hambatan dan penuntun dalam kehidupan sehari hari, sebagaimana nan diamanatkan dalam sila pertama.

“Masyarakat kudu bisa merawat dan memupuk rasa berketuhanan, sehingga kepercayaan betul-betul menjadi hambatan dan menuntun jalan kehidupan kita,” tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan rasa setara kepada masyarakat, sekaligus mengimbau kepada penduduk agar senantiasa hidup rukun, tentram, dan mengedepankan musyawarah.

“Dalam mencapai tujuan bersama, baik skala besar maupun dalam lingkup masyarakat nan lebih kecil, kita tidak boleh mengedepankan ego pribadi. Solusi atas setiap persoalan kudu dicari berbareng sama melalui musyawarah,” tutupnya. (fit/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0