Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 Hari Ini, Nilai Buyback Ikut Merosot!

12 jam yang lalu 5
Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 Hari Ini, Nilai Buyback Ikut Merosot! Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 Hari Ini, Nilai Buyback Ikut Merosot!

JAKARTA, portalmadura.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan cukup tajam pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Nilai logam mulia ini terkoreksi sebesar Rp35.000 per gram sehingga posisinya sekarang berada di level Rp2.605.000 per gram.

Pelemahan tidak hanya terjadi pada nilai jual pasar. Harga pembelian kembali (buyback) emas oleh PT Antam Tbk juga mengalami penurunan nan lebih dalam, ialah merosot Rp50.000 menjadi Rp2.345.000 per gram. Dengan perubahan ini, selisih (spread) antara nilai jual dan nilai beli kembali berada pada nomor sekitar Rp260.000 per gram.

Koreksi harga emas domestik dipengaruhi langsung oleh gejolak di pasar duit dan komoditas global. Ketatnya kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), nan tetap mempertahankan suku kembang tinggi menjadi penekan utama nilai emas dunia. Pasalnya, emas sebagai aset tanpa imbal hasil langsung condong kurang dilirik penanammodal ketika imbal hasil obligasi AS meningkat.

Selain aspek suku bunga, keperkasaan mata duit dolar AS terhadap sejumlah kurs utama bumi turut memicu penurunan nilai emas internasional. Dolar AS nan menguat membikin nilai emas terasa lebih mahal bagi pembeli nan menggunakan mata duit lain, sehingga volume permintaan pasar ikut tertahan.

Di sisi lain, tindakan lepas kepemilikan alias profit taking oleh sebagian besar penanammodal dunia juga mempercepat penurunan harga. Setelah mencapai tren nilai tinggi pada periode sebelumnya, para pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk mengamankan untung dalam jangka pendek.

Meskipun situasi geopolitik di sejumlah wilayah bumi tetap diwarnai ketegangan, dampaknya terhadap komoditas emas bergerak dua arah. Peningkatan nilai daya bumi akibat bentrok memicu potensi kenaikan inflasi, nan pada akhirnya memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral bakal mempertahankan suku kembang tinggi lebih lama.

Bagi para penanammodal dan masyarakat nan memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi, dinamika pergerakan nilai dan besaran selisih buyback perlu terus dicermati, terutama bagi mereka nan berorientasi pada perencanaan finansial jangka pendek.

Navigasi pos

Selengkapnya