KABAR MADURA | Ambisi Kabupaten Bangkalan mendorong industrialisasi dan pembangunan area strategis rupanya belum sepenuhnya diikuti dengan kesiapan prasarana keselamatan, khususnya akomodasi pemadam kebakaran.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Bangkalan, Mochammad Arief, mengakui sarana dan prasarana pemadam kebakaran di wilayahnya tetap terbatas. Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran Bangkalan tengah diarahkan untuk mengembangkan sejumlah area strategis dan aktivitas industri berskala besar.
“Sarana kami memang kurang, apalagi untuk menghadapi industrialisasi dan pembangunan internasional,” kata Arief, Senin (14/9/2026).
Keterbatasan akomodasi itu dinilai menjadi persoalan serius seiring rencana pengembangan sejumlah Kawasan Strategis Kabupaten (KSK), di antaranya Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis dan area Socah.
Arief menegaskan, pihaknya telah mengusulkan penambahan akomodasi kepada pemerintah pusat. Usulan itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sarana perlindungan kebakaran di sejumlah area strategis nan dinilai mempunyai tingkat akibat tinggi.
“Kawasan strategis mulai dari perkotaan, Labang ke Suramadu, Terminal Socah, Tanjung Bulupandan serta sentra batik Tanjung Bumi belum ada akomodasi memadai,” tegasnya.
Menurutnya, pengembangan industrialisasi dan rencana keberadaan pelabuhan internasional kudu diiringi dengan peningkatan akomodasi pemadam kebakaran. Hal itu diperlukan untuk memastikan kesiapan mitigasi akibat di area nan nantinya mempunyai aktivitas ekonomi dan industri lebih tinggi.
Lebih lanjut, setiap titik KSK dinilai perlu dilengkapi street hydrant maupun fire bond, selain penambahan beragam sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Langkah itu krusial agar penanganan kebakaran tidak selalu berjuntai pada pengerahan armada dari letak nan jauh. Dengan akomodasi nan tersedia di setiap kawasan, waktu respons petugas diharapkan bisa lebih sigap sehingga akibat dan akibat kebakaran dapat ditekan.
“Di setiap KSK ini ada posnya juga dengan sarana prasarana untuk mendukung pemadaman dan pencegahan kebakaran,” tegas Arief.
Kebutuhan akomodasi tersebut tidak hanya berupa pos pemadam kebakaran. Pihaknya juga mengusulkan penambahan unit kendaraan pemadam, tower drill, serta sejumlah akomodasi pendukung lainnya.
Namun, kata Arief, penambahan sarana dan prasarana juga kudu dibarengi dengan peningkatan kualitas serta jumlah personel. Sebab, area industri mempunyai tingkat akibat nan berbeda dibandingkan dengan area permukiman biasa.
“Kami ajukan penambahan pos di setiap KSK dan unit Damkar, tower drill dan lainnya, tentunya juga SDM kudu ditingkatkan baik keahlian dan jumlahnya,” terangnya.
Keterbatasan SDM, lanjut Arief, menjadi bagian dari persoalan nan perlu segera diatasi. Kesiapan personel dinilai sama pentingnya dengan kesiapan armada dan akomodasi untuk menghadapi potensi kebakaran di area strategis.
“Selain lantaran memang minim dan ini sangat krusial untuk sebagai mitigasi risiko,” pungkasnya. (fik/zul)

58 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·