Kadisdikbud Pamekasan Basri Yulianto memimpin rapat pembentukan Rintisan Sekolah Model di Aula Disdikbud Pamekasan. (DISDIKBUD PAMEKASAN FOR KLIK MADURA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan membentuk 50 rintisan sekolah model pada jenjang sekolah dasar (SD).
Puluhan sekolah tersebut tersebar di seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Setiap kecamatan mempunyai tiga hingga lima sekolah rintisan nan nantinya bakal menjadi penggerak pengembangan pendidikan di masing-masing gugus.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Pamekasan Ridwan mengatakan, program rintisan sekolah model tersebut telah berjalan. Bahkan, aktivitas pengarahan teknis (bimtek) telah dilaksanakan sebanyak dua kali.
Tahapan selanjutnya adalah pendampingan terhadap sekolah-sekolah nan telah ditetapkan sebagai rintisan sekolah model. Dalam proses tersebut, pengawas sekolah juga bakal dilibatkan.
“Sudah berjalan, bimtek juga dua kali sudah terlaksana. Selanjutnya, tinggal pendampingan, kelak pengawas sekolah bakal diundang,” ungkapnya.
Ridwan menyampaikan, terdapat lima tujuan utama pembentukan rintisan sekolah model. Pertama, menjadikan sekolah sebagai percontohan dalam penerapan pembelajaran mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Selain itu, sekolah tersebut diharapkan dapat berfaedah sebagai pusat belajar dan penemuan pembelajaran maupun manajemen PM serta KKA. Rintisan sekolah model juga diproyeksikan menjadi penggerak ekosistem pendidikan di daerah.
Tujuan lainnya adalah menjadikan sekolah sebagai laboratorium pengembangan keahlian digital. Melalui program tersebut, Disdikbud Pamekasan mau meningkatkan kompetensi seluruh penduduk sekolah.
“Karena kami mau semua penduduk sekolah mulai dari kepala sekolah, guru-guru, hingga siswanya itu bisa kompeten. Karena ini kelak ada tingkatannya,” ujar Ridwan.
Menurut dia, perkembangan digitalisasi saat ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan nan kudu dimanfaatkan bumi pendidikan. Karena itu, Disdikbud Pamekasan berkomitmen terus mengawal pemanfaatan teknologi digital di seluruh lembaga pendidikan, khususnya pada jenjang SD.
Pemanfaatan digitalisasi tersebut juga menjadi salah satu unsur krusial dalam pengembangan rintisan sekolah model. Ridwan berambisi sekolah-sekolah di Pamekasan tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan zaman.
“Eman jika tidak memanfaatkan momentum, momennya sekarang apa? Iya serba digital, makanya mari semuanya ikuti apa nan sudah zamannya,” pungkasnya. (enk/nda)

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·