Achsanul Qosasi: Generasi Muda Madura Harus Kuasai Skill, Bukan Sekadar Ijazah

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Gelar sarjana saja dinilai tidak cukup untuk menghadapi persaingan kerja di masa depan. Mahasiswa di Madura kudu membekali diri dengan beragam keterampilan, mulai dari keahlian teknis, bahasa Inggris, komunikasi, hingga jiwa kewirausahaan agar tidak tersingkir ketika industrialisasi berkembang di Pulau Garam.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Achsanul Qosasi di hadapan ratusan mahasiswa baru dalam aktivitas penutupan SOeCI Bahaudin Muda 26 di Aula Pesantren Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Sabtu (5/9/2026).

Achsanul Qosasi nan merupakan pendiri sekaligus Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, menaungi UNIBA Madura, menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya mengandalkan gelar akademik untuk menghadapi perubahan ekonomi di masa mendatang.

Menurutnya, mahasiswa kudu mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar bisa mengambil peran dalam perkembangan industri nan diprediksi bakal semakin pesat di Madura.

“Kalau kalian tidak mempersiapkan diri, jangan pernah kalian berambisi terpilih menjadi bagian dari industrialisasi,” tegasnya.

Guru besar tersebut memandang Madura berpotensi mengalami perubahan besar dalam lima hingga 20 tahun mendatang. Wilayah nan selama ini dikenal sebagai area agraris tradisional diprediksi bakal beralih bentuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur seiring percepatan pembangunan infrastruktur.

Namun, perubahan tersebut juga bakal diikuti meningkatnya mobilitas masyarakat dan kehadiran tenaga kerja dari luar Madura nan turut memburu kesempatan ekonomi. Kondisi inilah yang, menurut Achsanul Qosasi, kudu menjadi perhatian generasi muda Madura agar tidak kehilangan kesempatan kerja di wilayah sendiri.

“Ada orang datang ke Madura, merebut pekerjaan, dan kalian adalah salah satu orang nan kudu siap bersaing nan bisa mengalahkan mereka,” ujarnya.

Sebab itu, Achsanul Qosasi mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kompetensi sejak berada di bangku kuliah. Dia menekankan pentingnya penguasaan hard skill, seperti teknologi informasi, komunikasi, dan bahasa Inggris. Selain itu, sertifikasi skill juga dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing di bumi kerja.

“Bisa tidak kalian mempersiapkan untuk menjadi seorang certified mahir IT? Seorang nan certified mahir komunikasi? Seorang nan certified mahir bahasa Inggris? Bisa mempersiapkan? Harus bisa,” katanya.

Menurut Achsanul Qosasi, perkembangan teknologi saat ini memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk belajar secara berdikari tanpa kudu selalu menempuh pendidikan umum tambahan.

Selain menguasai hard skill, mahasiswa juga perlu memperkuat soft skill melalui beragam aktivitas, seperti berorganisasi, berdiskusi, berkolaborasi, hingga membangun usaha.

Dia juga menyoroti pentingnya keahlian menjual, baik dalam menjual produk maupun skill nan dimiliki. Menurutnya, keahlian tersebut menjadi salah satu bekal krusial untuk mencapai kesuksesan.

“Hidup itu jualan. Ada nan jualan barang, ada nan jualan keahlian. Kalau kalian tidak bisa jualan, tidak bakal menjadi seorang nan kaya raya,” ucapnya.

Lebih jauh, dia menekankan bahwa kehadiran industri dan perusahaan besar di Madura kudu bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat. Pembangunan prasarana nan mempercepat konektivitas, kata dia, tidak bakal berfaedah banyak jika tidak bisa membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Dia pun membujuk mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan besar nan bakal terjadi di Madura. Persiapan sumber daya manusia nan kompeten, menurutnya, kudu dilakukan sejak sekarang lantaran kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil bakal semakin besar di masa depan.

“Jual otak nan kalian punya. Jual skill nan kalian miliki. Insyaallah kalian bakal menjadi sukses,” pungkasnya. (km97/ong)

Selengkapnya