FKPB Desak Disdik Bangkalan Pemerataan Buku Pendamping Belajar SD Negeri

4 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Pemenuhan sarana penunjang belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kembali menyedot perhatian publik. Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) mendesak pemerintah wilayah agar memastikan kesiapan kitab pendamping pembelajaran secara merata di seluruh SD Negeri.

Ketua FKPB, Taufik Nurhidayat menyampaikan bahwa kesiapan kitab pendamping sangat vital untuk membantu peserta didik mendalami materi pelajaran di luar kitab teks utama. Bahan referensi tambahan tersebut krusial guna menunjang efektivitas proses belajar-mengajar di kelas maupun pembelajaran berdikari di rumah.

Menurut Taufik, keterbatasan bahan referensi dan bank soal latihan dapat menyempitkan ruang eksplorasi belajar siswa. Oleh lantaran itu, pengadaan serta pemerataan kitab pendamping wajib masuk dalam prioritas kebijakan shopping pendidikan pemerintah daerah.

“Buku pendamping dapat memperluas wawasan siswa sekaligus memberi latihan soal nan lebih beragam. Kami berambisi kebutuhan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” kata Taufik Nurhidayat, Sabtu, 5 September 2026 hari ini.

Taufik menilai keberadaan kitab pendamping tidak hanya memberi akibat positif bagi murid, melainkan juga membantu pembimbing dalam memperkaya materi pengajaran serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman para siswa.

Ia menegaskan, prinsip keadilan dan pemerataan akomodasi pendidikan selayaknya dimulai sejak jenjang dasar. Kualitas pendidikan dinilainya tak cukup hanya ditumpukan pada kapabilitas pengajar, namun kudu disokong prasarana dan sarana pendukung nan memadai.

Atas dasar itu, FKPB mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan segera menginventarisasi dan memetakan kebutuhan kitab pendamping di seluruh SD Negeri secara objektif agar penyalurannya tidak terpusat di area perkotaan saja.

“Jangan sampai ada perbedaan akomodasi belajar antarsekolah. Semua siswa SD Negeri kudu mendapat kesempatan nan sama untuk mempunyai bahan belajar tambahan,” tegasnya. (Mahmud/Fine)

Selengkapnya