KABAR MADURA | House Batik Pamekasan mempertahankan batik klasik nan diwariskan secara turun-temurun hingga empat generasi. Berdiri dengan nama House Batik Pamekasan sejak tahun 2000, upaya tersebut sekarang menyediakan beragam batik klasik hingga kontemporer dengan nilai mulai Rp75 ribu hingga Rp5 juta.
Miskiyah, Owner House Batik Pamekasan, mengatakan upaya batik keluarganya telah ada jauh sebelum brand tersebut diberi nama House Batik Pamekasan. Dia menjadi generasi keempat nan meneruskan upaya tersebut.
“House Batik Pamekasan berdiri dari tahun 2000. Kami generasi keempat, upaya turun-temurun keluarga,” ujarnya.
Batik klasik menjadi karakter unik utama House Batik Pamekasan. Koleksi tersebut mempunyai motif dan warna nan menjadi karakter batik klasik. Selain itu, tersedia pula batik kontemporer dengan pilihan warna dan motif nan lebih beragam untuk menyesuaikan selera pasar, terutama anak muda.
Dalam proses pembuatannya, House Batik Pamekasan menggunakan teknik cap tulis dan batik tulis. Cap tulis tetap dikerjakan menggunakan tangan dengan canting berukuran lebih besar, sedangkan batik tulis dibuat menggunakan canting secara penuh.
“Kalau cap tulis itu tetap tangan nan mengerjakan, hanya cantingnya besar. Ada juga nan full tulis, itu pakai canting, 100 persen pakai canting,” kata Miskiyah.
Proses pewarnaan batik juga tetap dilakukan secara handmade. Sementara proses membatik dikerjakan oleh pembatik nan berasal dari lingkungan sekitar. Miskiyah turut memberdayakan ibu-ibu nan telah menjadi janda serta masyarakat nan belum mempunyai pekerjaan dengan mengajarkan keahlian membatik.
Untuk produksinya, jumlah batik nan dihasilkan berjuntai pada tingkat kerumitan desain. Batik dengan nilai sekitar Rp75 ribu, misalnya, dalam satu pekan dapat mencapai sekitar 100 potong.
Selain batik produksi baru, House Batik Pamekasan juga menyimpan koleksi batik lawas nan berumur puluhan tahun. Beberapa di antaranya berumur sekitar 50 hingga 75 tahun dan sengaja dipajang sebagai koleksi sehingga tidak diperjualbelikan.
Sementara batik nan dijual mempunyai rentang nilai beragam. Batik dengan nilai sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu tersedia untuk kebutuhan seragam, sedangkan koleksi premium berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp5 juta.
Pemasaran House Batik Pamekasan tidak hanya dilakukan secara langsung di toko. Produk juga dipasarkan secara daring melalui WhatsApp, Instagram, dan TikTok.
Penjualannya telah menjangkau beragam wilayah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bali, Malang, Yogyakarta, hingga Gorontalo.
Melalui keberadaan House Batik Pamekasan, Miskiyah terus mempertahankan tradisi membatik nan telah diwariskan selama empat generasi, sekaligus menghadirkan batik kontemporer agar tetap sesuai dengan perkembangan selera masyarakat. (Imamatul Hasanah/waw)

51 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·