Dugaan Pembegalan Berulang di Bangkalan, PMII Desak Polisi Evaluasi Patroli

6 jam yang lalu 1

BANGKALAN, koranmadura.com – Dugaan pembegalan nan kembali dilaporkan di Bangkalan memicu kekhawatiran masyarakat. Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP PGRI Bangkalan mendesak kepolisian mengevaluasi efektivitas patroli di area rawan kriminalitas.

Insiden nan dilaporkan terjadi di area Kuburan Cina, Desa Socah, Senin malam 26 Oktober 2026, menambah kekhawatiran publik. Sebelumnya, dugaan pembegalan juga dilaporkan terjadi dengan seorang mahasiswa disebut menjadi korban.

Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Bangkalan, Husnul, meminta kepolisian memperkuat upaya pencegahan. Menurutnya, patroli kudu dilakukan secara rutin, bukan sekadar merespons setelah terjadi tindak kriminalitas.

“Bagaimana pola patroli Polres Bangkalan di letak rawan pembegalan? Berapa personel nan dikerahkan dan gimana strategi pencegahannya? Jangan sampai abdi negara baru bergerak setelah ada korban,” tegas Husnul, Rabu, 28 Oktober 2026.

Dia menilai, kejadian tersebut kudu menjadi bahan pertimbangan kepolisian. Pemetaan wilayah rawan, patroli pada jam berisiko, serta respons sigap terhadap laporan penduduk perlu diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.

Husnul juga meminta setiap laporan dugaan pembegalan ditangani secara ahli dan transparan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memberikan kepastian norma sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

“Keamanan masyarakat kudu menjadi prioritas. Kami berambisi polisi datang melalui patroli rutin, respons cepat, dan penanganan kasus nan transparan. Masyarakat berkuasa merasa kondusif saat beraktivitas,” ujarnya.

Dia berambisi momentum Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 menjadi dorongan untuk meningkatkan pelayanan publik, termasuk dalam aspek keamanan. Polres Bangkalan diminta segera mengambil langkah konkret guna mencegah tindak kriminalitas.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pihaknya tetap menelusuri kejadian tersebut. Kepolisian juga mengerahkan personel Samapta untuk beroperasi di letak kejadian perkara (TKP) dan area sekitar Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

“Kami tingkatkan patroli untuk memperketat keamanan di wilayah itu demi kenyamanan masyarakat dan mahasiswa,” singkatnya. (MAHMUD/DIK)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0