KABAR MADURA | Perjalanan pekerjaan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan, Ika Yulia Rakhmawati, tidak diraih dalam waktu singkat. Lebih dari dua dasawarsa mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), dia melewati beragam jenjang jabatan, mulai dari staf jalan hingga dipercaya memimpin salah satu organisasi perangkat wilayah (OPD) strategis di lingkungan Pemkab Pamekasan.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Lahir di Surabaya pada 7 Juli 1976, Ika mengawali pekerjaan di bumi bangunan sebelum akhirnya mengabdikan diri di pemerintahan. Baginya, setiap kedudukan bukan sekadar peningkatan posisi, melainkan amanah nan kudu dijalankan dengan sungguh-sungguh, terlebih jika berangkaian langsung dengan kepentingan masyarakat.
Ketertarikannya pada teknik sipil bermulai dari kegemaran memandang bangunan. Dia juga terinspirasi oleh kakak sepupunya nan bekerja di bagian pembangunan. Ditambah ketertarikannya pada matematika, teknik sipil menjadi pilihan pendidikan nan sesuai dengan minatnya.
“Saya tidak suka pelajaran nan sifatnya menghafal, sukanya seperti matematika. Tapi, ketika masuk di teknik sipil, justru ada bagian nan kudu menghafalkan juga. Seperti materi pengetahuan bngunan,” ungkapnya, Rabu (28/10/2026).
Ika menempuh pendidikan diploma tiga (D3) teknik sipil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, dia mulai bekerja di perusahaan kontraktor di Surabaya pada 1997. Pengalaman profesionalnya bersambung di Lampung pada 1999 hingga 2001.
Pada 2001, Ika pindah ke Pamekasan untuk melanjutkan pendidikan sarjana (S1) teknik sipil di Universitas Madura (Unira). Saat itu, ayahnya juga mendapat penugasan di Pamekasan. Di tengah kesibukan kuliah, wanita nan sekarang berumur 50 tahun itu tetap bekerja sebagai konsultan. Masa itu menjadi bagian krusial dalam prosesnya memperkaya pengalaman kerja sekaligus menuntaskan pendidikan.
Ika lulus pada Mei 2004. Beberapa bulan kemudian, tepatnya November 2004, dia dinyatakan lolos seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sejak saat itu, pengabdiannya di lingkungan Pemkab Pamekasan dimulai dengan bekerja sebagai staf jalan di Dinas PUPR.
Dari posisi awal itu, kariernya terus berkembang. Pada 2011, Ika dipercaya menjabat Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Trotoar dan Jalan Desa. Dua tahun berselang, dia mendapat amanah sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional. Pada 2016, dia kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Bidang Pendayagunaan dan Pengendalian Sumber Daya Air.
Perjalanan kariernya bersambung dengan menjabat Kabid Pengembangan Sistem Drainase pada 2021, sebelum kemudian menjadi Kepala Bidang Bina Marga. Berbagai penugasan tersebut memberinya pengalaman dalam menangani persoalan teknis pembangunan, mulai dari prasarana jalan hingga drainase dan sumber daya air.
Namun, perjalanan pekerjaan Ika tidak selalu berkutat pada bagian nan sama. Pada 2023, dia dipercaya menjabat Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja di Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan.
Penugasan tersebut menjadi tantangan tersendiri lantaran dia kudu beradaptasi dengan bagian nan berbeda dari latar belakang pendidikan dan pengalaman profesionalnya. Meski demikian, Ika memandang setiap perubahan tugas sebagai kesempatan untuk belajar dan mencari solusi atas persoalan nan dihadapi.
Baginya, kunci menghadapi tanggung jawab baru adalah kemauan untuk terus belajar, memahami persoalan, serta menghadirkan terobosan dan penemuan nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat.
“Contoh waktu di Diskop, kami membikin terobosan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan,” tegasnya.
Prinsip tersebut kembali dia terapkan ketika dipercaya memimpin Dinas PUPR Pamekasan mulai 1 Agustus 2026. Jabatan ini membawa tanggung jawab nan lebih luas, tidak hanya berangkaian dengan persoalan teknis pembangunan, tetapi juga arah kebijakan dan kualitas pelayanan prasarana daerah.
Dengan pengalaman panjang di beragam bidang, Ika menyadari bahwa memimpin sebuah OPD strategis memerlukan kesiapan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri. Dia memandang setiap kedudukan sebagai amanah nan kudu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar posisi dalam perjalanan karier.
Menurutnya, aparatur pemerintah kudu terus meningkatkan kapabilitas diri, terutama ketika tugas nan diemban berangkaian langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
“Kuncinya adalah adaptasi, mau ditempatkan di manapun kita, kudu siap cengkir bekal penyesuaian itu,” tutup wanita nan sekarang tinggal di Perum Graha, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tersebut. (zul)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·