Dari Honorer Berijazah SMA hingga Kepala Dishub Pamekasan, Perjalanan 32 Tahun Karier Yusuf Wibisono

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Perjalanan pekerjaan Muhammad Yusuf Wibisono di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menjadi kisah tentang ketekunan dalam meniti jenjang birokrasi. Berawal sebagai pegawai honorer berijazah sekolah menengah atas (SMA) pada 1994, dia sekarang dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan.

Selama lebih dari tiga dasawarsa mengabdi, Yusuf telah melewati beragam tahapan karier, mulai dari staf kecamatan hingga menduduki sejumlah kedudukan struktural di lingkungan pemerintah daerah.

Perjalanan tersebut dimulai pada 1994 ketika Yusuf bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Catatan Sipil Pamekasan.

Tiga tahun kemudian, dia mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan dinyatakan lulus pada 1997. Pada Januari 1998, Yusuf menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai CPNS dan ditempatkan di Kantor Kecamatan Pegantenan.

Saat itu, dia memulai pekerjaan sebagai aparatur pemerintah dengan pangkat golongan II/a lantaran menggunakan piagam SMA ketika mengikuti seleksi.

“Saya berangkat dari golongan II-A lantaran saat lulus ujian CPNS dulu saya menggunakan piagam SMA,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Setelah menjalankan tugas selama sekitar enam hingga tujuh tahun di Kecamatan Pegantenan, Yusuf mendapat penugasan baru di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan pada awal 2004.

Di lembaga tersebut, dia menghabiskan sekitar 17 tahun masa pengabdiannya dengan beragam tanggung jawab.

Kariernya berkembang secara berjenjang dari posisi staf hingga dipercaya menduduki kedudukan kepala seksi dan kepala bagian pada 2018.

Di tengah kesibukannya sebagai aparatur sipil negara (ASN), Yusuf tetap berupaya meningkatkan jenjang pendidikan.

Dia melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Madura (Unira) dan sukses menyelesaikannya pada 2006.

Tidak berakhir di jenjang sarjana, Yusuf kemudian menempuh pendidikan magister di Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya hingga lulus pada 2012.

Baginya, pengalaman bekerja di beragam posisi memberikan banyak pelajaran, terutama dalam menghadapi dinamika birokrasi dan menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

“Selama 17 tahun di Satpol PP, banyak sekali dinamika dan tantangan nan saya hadapi. Namun, kuncinya adalah tulus dan mensyukuri setiap amanah nan diberikan,” tambahnya.

Pada awal 2021, Yusuf mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.

Pengalaman tersebut memperluas tanggung jawabnya, terutama dalam mendukung koordinasi dan penanganan beragam persoalan kebencanaan di daerah.

Menjelang akhir 2022, dia juga sempat ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan.

Perjalanan kariernya bersambung pada pertengahan 2023 ketika Yusuf dipercaya menjabat sebagai kepala Satpol PP Pamekasan.

Setelah sekitar tiga tahun memimpin lembaga tersebut, Yusuf kembali mendapat penugasan baru. Pada 31 Juli 2026, dia dilantik sebagai Kepala Dishub Pamekasan.

Jabatan tersebut membawa tantangan berbeda dibandingkan dengan sejumlah posisi nan pernah diembannya.

Menurut Yusuf, sektor perhubungan berangkaian langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengelolaan transportasi dan pelayanan lampau lintas.

Karena itu, dia menilai koordinasi dengan beragam pihak menjadi salah satu aspek krusial dalam menjalankan tugas di lembaga barunya.

“Di Dinas Perhubungan ini tantangannya luar biasa lantaran menyangkut rencana hidup orang banyak. Namun, dengan melibatkan seluruh stakeholder dan merawat koordinasi nan baik, insyaallah semua tantangan dapat dilalui dengan baik,” tutupnya. (fit/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0