Dampak Jembatan Sentong, Pemprov dan Pemkab Bondowoso Anggarkan Rp2,2 Miliar Perbaiki Jalan Alternatif

1 jam yang lalu 1

Dampak Jembatan Sentong, Pemprov dan Pemkab Bondowoso Anggarkan Rp2,2 Miliar Perbaiki Jalan Alternatif

LIMADETIK.COM, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso berbareng Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepakat segera memperbaiki sejumlah ruas jalan pengganti nan digunakan penduduk selama pembangunan Jembatan Sentong berlangsung.

Kesepakatan itu muncul setelah personil Komisi D DPRD Jatim, dr. Agung Mulyono, melakukan pertemuan dengan Bupati Bondowoso di Pendopo Kabupaten, Rabu (19/8/2026).

“Terima kasih Pak Bupati. Hari ini kami diundang dalam rangka menyelesaikan problem-problem jalan pengganti akibat pembangunan Sentong,” kata Agung saat ditanya Limadetik.com, usai berjumpa Bupati.

Agung menjelaskan, pembangunan Jembatan Sentong tetap memerlukan waktu cukup lama. Konstruksi ditargetkan selesai sekitar November 2026. Selama proses itu, masyarakat terpaksa menggunakan jalur pengalihan.

Untuk menjaga akses tetap bisa dilalui, pemerintah sebelumnya sudah menyalurkan sekitar 300 drum aspal untuk menambal jalan nan rusak. Kini ditambah lagi dengan rencana penanganan empat ruas utama nan dinilai paling mendesak.

“Ini pun sudah progres, juga bantu drum. Bahkan plus perbaikannya. Ditambah hari ini dibutuhkan empat ruas nan urgen, krusial sekali,” ungkap Agung.

Dalam pertemuan tersebut disepakati kebutuhan biaya sekitar Rp2,2 miliar untuk perbaikan empat ruas jalan pengganti tersebut. Agung nan merupakan personil DPRD Jatim dari Dapil Bondowoso ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur, Sekda Jatim, dan Dinas Bina Marga Bondowoso.

Pelaksanaan teknis nantinya bakal dikerjakan berbareng antara UPT Bina Marga Jatim dan Dinas Bina Marga Bondowoso.

“Prinsipnya, jalan pengganti masyarakat kita perbaiki berbareng provinsi dan kabupaten. Kami minta penduduk sabar,” ujarnya.

Selain jalan, kondisi jembatan di jalur pengganti seperti di area Koncer juga menjadi perhatian lantaran ikut dilalui penduduk selama Jembatan Sentong ditutup.

Untuk progres Jembatan Sentong sendiri, Agung menyebut sasaran penyelesaian paling lambat 6 November 2026. Namun tidak menutup kemungkinan bisa lebih cepat, di awal alias akhir Oktober jika pekerjaan melangkah lancar.

Meski demikian, dia mengingatkan agar pembangunan tidak dikebut tanpa memperhatikan kualitas.

“Pemerintah dan DPRD bakal terus mengawal penyelesaian jembatan sekaligus memastikan jalan pengganti tetap dapat digunakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung,” pungkasnya.

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya