BANGKALAN, koranmadura.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengintensifkan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) info pemilih secara berjenjang di sejumlah wilayah kecamatan.
Penyisiran info aktual tersebut dilancarkan di Kecamatan Modung, Arosbaya, Kokop, Socah, Geger, serta beberapa area lainnya guna menjamin validitas dan keakuratan daftar pemilih di lapangan.
Komisioner KPU Bangkalan, Sairil Munir menyampaikan bahwa proses verifikasi ini ditempuh lewat kerjasama sinergis berbareng Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan.
“Coktas ini dilakukan secara berjenjang berbareng Bawaslu dan Dispendukcapil untuk memastikan info pemilih sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Sairil Munir saat menggelar konvensi pers, Rabu, 9 September 2026 hari ini.
Dalam agenda Coktas tersebut, KPU menemukan kejadian unik berupa 168 pemilih nan tercatat berumur di atas 100 tahun. Berdasarkan hasil verifikasi faktual, para lansia tersebut dipastikan tetap hidup dan kebanyakan dalam kondisi sehat walafiat.
“Bahkan ada nan tetap ngarit alias mencari rumput. Jadi, info usia di atas 100 tahun itu tidak semuanya berfaedah orangnya sudah meninggal,” ungkap Munir.
Sementara itu, akumulasi pemilih baru di Kabupaten Bangkalan hingga semester pertama ini menembus nomor 18.767 jiwa. Total pemilih terdaftar saat ini menyentuh 806.426 orang, dengan rincian 389.261 pemilih laki-laki dan 417.165 pemilih perempuan.
Munir menegaskan bahwa postur info pemilih tersebut tetap berkarakter bergerak dan berpotensi terus mengalami pembaruan. Apalagi, tim di lapangan juga mendapati sejumlah penduduk berumur 18 tahun nan belum melangsungkan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.
“Data ini tetap bisa berubah, lantaran tetap ada pemilih baru nan ditemukan. Kami juga menemukan masyarakat nan sudah berumur 18 tahun tetapi belum melakukan perekaman KTP,” pungkasnya. (Mahmud/Fine)

3 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·