Camat Arjasa, Subiyakto. SH.MH
Camat Arjasa Dorong UMKM dan Potensi Wisata Kepulauan Jadi Penggerak Ekonomi
LIMADETIK.COM, SUMENEP — Pemerintah Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, mendorong penguatan UMKM dan pengembangan potensi wisata lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat kepulauan.
Hal itu disampaikan Camat Arjasa, Subiyakto, SH., MH., saat berada di Stand Desa Wisata Kecamatan Arjasa dalam aktivitas Festival Culture Vaganza, Jumat (28/8/2026) malam.
Di stand tersebut, beragam produk unggulan masyarakat Arjasa ditampilkan, mulai dari manisan berbahan kerang, dodol unik Arjasa, olahan melon, ikan kering, terasi, olahan jahe alias limungso, hingga jenis kue dan kerajinan tangan.
Menariknya, sebagian besar produk nan dipamerkan merupakan hasil produksi masyarakat setempat. Pelaku upaya tetap didominasi industri rumahan berbasis family dengan kapabilitas produksi nan relatif terbatas.
“Ini masyarakat sendiri nan membuat. Masih berbasis keluarga, produksinya sedikit-sedikit sendiri kemudian dijual. Makanya kami tampung semuanya untuk dipasarkan di pasar wisata,” kata Subiyakto.
Menurutnya, keberadaan UMKM lokal mempunyai hubungan erat dengan pengembangan sektor pariwisata. Produk masyarakat tidak hanya perlu diproduksi, tetapi juga kudu mendapatkan akses pemasaran nan lebih luas sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
Harga produk nan ditawarkan pun relatif terjangkau, kebanyakan berada pada kisaran Rp10 ribu hingga di bawah Rp20 ribu.
Subiyakto menegaskan, Kecamatan Arjasa nan terdiri dari 19 desa mempunyai potensi ekonomi dan pariwisata nan cukup besar. Namun, sebagian potensi tersebut hingga sekarang belum dikelola secara optimal.
Beberapa potensi nan dimiliki antara lain area pasir putih, mercusuar, sektor pertanian, serta komoditas melon nan menjadi salah satu produk unik dari wilayah tersebut.
“Dari 19 desa itu banyak potensi. Ada mercusuar, pasir putih, kemudian potensi pertanian juga cukup besar. Hanya saja belum banyak nan disentuh dan dikemas menjadi destinasi wisata,” ujarnya.
Salah satu potensi pertanian nan menarik perhatian adalah budidaya melon di Dusun Tembeng, Desa Buti. Menurut Subiyakto, dari 19 desa nan ada di Kecamatan Arjasa, produksi melon tersebut baru berkembang di satu dusun.
“Untuk melon hanya satu dusun di satu desa nan bisa menanam, ialah di Dusun Tembeng, Desa Buti,” jelasnya.
Ia berambisi potensi tersebut ke depan dapat dikembangkan dan dikemas menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Subiyakto juga menilai keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membuka akses, memperkuat promosi, dan membantu masyarakat mengembangkan produk maupun potensi wisata nan dimiliki.
“Selama ini kita tahu wilayah kepulauan cukup jauh dari daratan. Karena itu UMKM juga kudu diberdayakan. Saya berambisi pemerintah datang untuk membantu memberdayakan UMKM nan ada di Kecamatan Arjasa,” tegasnya.
Ia pun mendorong keterlibatan putra wilayah maupun masyarakat lokal dalam mengemas potensi wisata Arjasa agar mempunyai daya tarik nan lebih kuat.
“Harapan saya ada putra wilayah nan mau mengemas. Arjasa ini sangat luas dan punya banyak potensi. Kalau dikelola dengan baik, bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pariwisata,” pungkasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi
Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

2 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·