Brandon Scheunemann: Ze Gomes Tanamkan Semangat Kerja Keras di Madura United

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Bek anyar Madura United, Brandon Scheunemann, mulai menikmati atmosfer latihan berbareng Laskar Sape Kerrab di bawah pengarahan pembimbing kepala Jose Manuel Gomes da Silva alias Ze Gomes. Meski tetap dalam tahap adaptasi, pemain muda itu menilai metode latihan nan diterapkan pembimbing berjalan terstruktur dan bisa membangun kekompakan tim.

Brandon mengatakan, sesi latihan nan dijalaninya sejauh ini didominasi dengan penguasaan bola serta menuntut seluruh pemain bekerja keras di setiap momen.

“Pemain-pemain kudu kerja keras dan antusias kejar bola. Dan (Coach Ze Gomes, red) juga bikin suasana nan bagus di tim. Dia juga kasih kepercayaan kepada pemain-pemain muda dan semua pemain untuk bikin satu tim jadi keluarga,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Brandon menyebut, salah satu pesan utama nan terus ditekankan Ze Gomes dalam setiap sesi latihan adalah semangat merebut bola, bekerja keras, dan menjaga kekompakan sebagai sebuah tim.

“Yang saya tangkap dari Coach Ze, kita kudu langsung kejar bola, kudu terus fight, kita kudu tetap berasosiasi dan kerja keras,” tegasnya.

Madura FM

Mantan pemain Persik Kediri itu mengakui dirinya tetap memerlukan waktu untuk beradaptasi, baik dengan rekan-rekan setim maupun filosofi permainan nan dibawa pelatih. Namun, dia merasa proses penyesuaian melangkah lebih mudah lantaran sambutan hangat dari seluruh personil tim.

“Pasti tetap penyesuaian berbareng teman-teman di sini dengan pembimbing juga. Tetapi dengan langkah mereka nan merangkul berbareng dan langkah mendatangi semua pemain nan baru itu sangat welcoming dan saya bersyukur, bisa welcome berbareng semua pemain, mau pemain senior, asing, lokal. Jadi sangat bersyukur,” ungkapnya.

Pemain berdarah Jerman itu juga mengaku belum sepenuhnya puas dengan kondisi dan performa pribadinya. Dia berkeinginan terus meningkatkan kualitas permainan agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Madura United.

Meski demikian, dia optimistis seluruh pemain bisa memahami dan menjalankan petunjuk pembimbing seiring berjalannya waktu.

“Kami tetap kudu saling berasosiasi dengan langkah mainnya, dan penyesuaian dengan pelatih-pemain, dan itu pasti butuh waktu. Tapi saya percaya diri dengan semua pemain nan ada di sini. Apa nan mau diterapkan pembimbing di lapangan pasti bisa dilakukan,” tukasnya.

Selengkapnya