KM/MOH ABDULLAH TAUFIQI|
MANIS BEROMZET: Evi mengembangkan upaya kue nan telah dirintis sekitar lima tahun dengan bolen pisang sebagai salah satu produk andalan.KABAR MADURA | Usaha kue milik Evi nan telah melangkah sekitar lima tahun terus mengembangkan produknya. Berawal dari produksi pukis secara turun-temurun, sekarang upaya di Perumahan Samatan blok A10, Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Pamekasan tersebut menghadirkan beragam jenis kue, salah satunya bolen pisang nan menjadi produk andalan.
Evi mengatakan, bolen pisang mulai diproduksi sekitar satu tahun terakhir. Produk tersebut mendapat respons positif dari pembeli lantaran menggunakan bahan-bahan premium dan menjaga kualitas rasa.
“Kalau bolennya ini baru satu tahunan. Alhamdulillah sudah banyak nan cocok, lantaran kita pakai bahan-bahan nan premium,” ujar Evi, Senin (28/9/2026).
Selain bolen pisang dan pukis, dia juga memproduksi beragam jenis kue seperti soes, pie, dan tart. Untuk bolen pisang, omzet penjualan rata-rata mencapai sekitar Rp1 juta per hari tanpa pesanan khusus. Ketika pesanan meningkat, omzetnya dapat mencapai Rp3 juta dalam sehari.
Pemasaran produk dilakukan secara langsung maupun melalui media online. Sebelumnya, Evi lebih banyak mengandalkan promosi melalui status WhatsApp. Setelah membuka lapak sekitar enam bulan terakhir, pengguna baru mulai berdatangan setelah memandang langsung produk nan dijual.
Menurutnya, bolen pisang sering sigap lenyap sehingga pengguna disarankan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Bahkan, dalam kondisi tertentu produk tersebut dapat lenyap sejak pukul 10.00 WIB.
“Kendalanya paling tidak kebagian. Makanya jika sudah WA, saya sisakan,” katanya.
Dalam proses produksi, Evi tetap mengerjakan usahanya sendiri lantaran sebagian besar proses telah menggunakan mesin. Bantuan tenaga tambahan biasanya diperlukan ketika mendapat pesanan dalam jumlah besar, seperti pesanan snack boks hingga 1.500 buah.
Ke depan, Evi berambisi usahanya dapat berkembang dan mempunyai tempat upaya sendiri. Dia mau mempunyai ruko tanpa kudu menyewa.
“Harapannya bisa punya ruko sendiri, tanpa sewa pastinya,” ujarnya. (Moh Abdullah Taufiqi/waw)

1 jam yang lalu
3









English (US) ·
Indonesian (ID) ·