KABAR MADURA | Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan masuk dalam usulan program Eco Pesantren Jawa Timur 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan telah melakukan pendampingan hingga tahap verifikasi lapangan dan sekarang tetap menunggu hasil penilaian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Pamekasan, M. Selamet Djauhari, mengatakan bahwa Bata-Bata menjadi pesantren nan diusulkan dalam program Eco Pesantren tahun ini. Sebelum diajukan, DLH melakukan pendampingan kepada pihak pesantren, termasuk dalam pemenuhan manajemen dan parameter lingkungan.
“Untuk 2026 kami mengusulkan Mambaul Ulum Bata-Bata,” kata Selamet saat diwawancarai, Kamis (24/9/2026)
Menurutnya, program Eco Pesantren tidak hanya memandang aktivitas lingkungan nan dilakukan pesantren, tetapi juga memerlukan bukti manajemen sebagai bagian dari penilaian. Berbagai aktivitas seperti pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH), hingga kebijakan pesantren mengenai lingkungan kudu terdokumentasi.
Salah satu corak pendampingan nan dilakukan DLH adalah membantu pesantren menyiapkan info manajemen sebelum dikirimkan kepada Pemprov Jawa Timur. Dokumen tersebut kemudian menjadi bahan penilaian pada tahap administrasi.
“Artinya pesantren nan melakukan pengisian manajemen tersebut juga kami dampingi,” ujarnya.
Setelah tahap administrasi, DLH Pamekasan kembali mendampingi proses verifikasi di lapangan. Di Pesantren Bata-Bata, verifikasi dilakukan secara daring dengan sejumlah parameter nan kudu ditunjukkan sesuai dengan info nan sebelumnya telah disampaikan.
Dalam proses tersebut, DLH juga memandang sejumlah aspek lingkungan nan telah diterapkan di pesantren. Salah satunya ialah pengelolaan sampah nan disebut sudah berjalan. DLH juga sempat melakukan tindakan berbareng santri, dalam aktivitas pembuatan biopori dan aktivitas kerja bakti.
Pesantren Bata-Bata juga telah mempunyai tim nan berangkaian dengan pengelolaan lingkungan berjulukan Sakera. Keberadaan tim tersebut menjadi salah satu arsip pendukung nan dimasukkan dalam manajemen Eco Pesantren.
“Di Bata-Bata ini sudah terbentuk tim Sakera namanya, dan itu ada SK-nya,” katanya.
Selamet mengatakan seluruh tahapan pendampingan dan verifikasi nan menjadi bagian dari proses pengusulan telah dilakukan. Saat ini, pihaknya tetap menunggu hasil penilaian dari tim Eco Pesantren Jawa Timur untuk mengetahui apakah Bata-Bata dinyatakan lolos dalam program tersebut.
“Sudah verifikasi lapangan. Sekarang Tinggal menunggu pengumuman, lolos alias tidaknya, masuk di kategori Eco Pesantren alias tidak. Kita menunggu dari hasil nilai, itu kan kelak dinilai oleh tim Jawa Timur,” pungkasnya. (ina/waw)

22 jam yang lalu
9








English (US) ·
Indonesian (ID) ·