Bahasa Gaul Kian Populer, Mahasiswa UIN Madura Khawatir Penggunaan Bahasa Indonesia Mulai Goyah

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Maraknya penggunaan bahasa gaul di kalangan generasi muda mulai menjadi perhatian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi mengurangi penggunaan bahasa Indonesia nan sesuai dengan norma dan konteks komunikasi, terutama di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia UIN Madura, Moh. Taufiq Hidayat, mengatakan penggunaan bahasa slang alias bahasa gaul nan semakin terkenal perlu diimbangi dengan kesadaran menggunakan bahasa Indonesia secara tepat.

Menurutnya, mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga penggunaan bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa wilayah di tengah perkembangan tren komunikasi.

“Sejauh pengamatan saya, di kalangan mahasiswa, penggunaan bahasa Indonesia sudah mulai goyah lantaran adanya bahasa slang hingga bahasa gaul nan sedang tren,” ungkap Taufiq, Senin (26/10/2026).

Meski demikian, Taufiq tidak memandang perkembangan bahasa gaul maupun penguasaan bahasa asing sebagai sesuatu nan kudu ditolak.

Dia menilai, penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing dapat melangkah beriringan andaikan diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan situasi komunikasi.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip trigatra bahasa, ialah mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Taufiq juga mendorong mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk memperkenalkan bahasa, sastra, dan budaya kepada masyarakat luas.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang imajinatif untuk menghasilkan konten nan tidak hanya mengikuti perkembangan tren, tetapi juga memuat unsur edukasi kebahasaan.

“Mahasiswa sebaiknya dapat memanfaatkan teknologi demi kelestarian bahasa, seperti membikin video tren nan tetap menggambarkan kebahasaan, lampau diunggah ke media sosial agar bisa disaksikan oleh setiap pengguna media sosial,” jelasnya.

Sebagai salah satu upaya menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, HMPS Tadris Bahasa Indonesia UIN Madura menyelenggarakan Festival Bulan Bahasa.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan keahlian literasi, serta memperkuat kepedulian terhadap bahasa dan budaya.

Ketua Panitia Festival Bulan Bahasa, Ach. Halwi Hildani, mengatakan aktivitas tahun ini mengusung tema “Menjaga Bahasa, Menyuarakan Budaya, Mengukir Karya”.

Menurutnya, pagelaran tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan kebahasaan, tetapi juga sarana untuk mendorong generasi muda lebih aktif membaca, menulis, dan mengekspresikan pendapat melalui karya sastra.

“Tujuan utama aktivitas ini adalah meningkatkan minat mahasiswa terhadap bahasa dan sastra Indonesia, mengembangkan talenta dan kreativitas, serta menumbuhkan keberanian untuk mengekspresikan pendapat melalui beragam aktivitas kebahasaan dan kesastraan,” kata Halwi.

Berbagai aktivitas disiapkan dalam pagelaran tersebut, mulai dari lomba baca puisi, cipta puisi, penulisan esai, debat literasi, hingga pentas budaya.

Pesertanya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa sesuai dengan kategori perlombaan nan telah ditetapkan panitia.

Halwi menjelaskan, rangkaian aktivitas tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif bagi peserta.

Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan keahlian berkomunikasi, mengembangkan kreativitas, serta membangun keberanian dalam menyampaikan gagasan.

Dia berambisi Festival Bulan Bahasa tidak berakhir sebagai aktivitas tahunan, melainkan bisa mendorong kebiasaan berliterasi dan menghasilkan karya secara berkelanjutan.

“Kami berambisi Festival Bulan Bahasa dapat menjadi pengingat bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar perangkat komunikasi, melainkan juga identitas dan kebanggaan bangsa,” pungkasnya. (ina/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0