Angka Kemiskinan Sumenep Turun Jadi 17,02 Persen, Ini Strategi Pemkab

1 jam yang lalu 3

Sumenep, Penamadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan program berbasis kewilayahan.

Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Sumenep pada Maret 2025 tercatat sebanyak 188.480 jiwa. Angka tersebut turun sekitar 7.940 jiwa dibandingkan Maret 2024 nan mencapai 196.420 jiwa.

Persentase masyarakat miskin juga mengalami penurunan dari 17,78 persen menjadi 17,02 persen. Meski menunjukkan perkembangan positif, nomor kemiskinan di Kabupaten Sumenep tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan support sosial. Diperlukan langkah nan bisa memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka kesempatan kerja.

Strategi tersebut diarahkan pada tiga konsentrasi utama, ialah mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan di wilayah tertentu.

Fokus pertama dilakukan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya family nan memerlukan support untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Sejumlah program nan didorong antara lain Universal Health Coverage (UHC), support sosial, support pendidikan, support pangan, serta perlindungan bagi pekerja rentan.

Melalui program tersebut, pemerintah wilayah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap jasa dasar sekaligus menjaga agar pengeluaran rumah tangga tidak semakin membebani kondisi ekonomi keluarga.

Fokus kedua diarahkan pada peningkatan pendapatan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi lokal.

Pertanian, perikanan, dan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sektor nan didorong untuk memperluas kesempatan upaya dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah wilayah mengembangkan training keterampilan, bursa kerja alias *job fair*, serta program padat karya untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong mereka mempunyai sumber pendapatan nan lebih stabil dan berkelanjutan.

Fokus ketiga adalah menangani wilayah nan mempunyai konsentrasi masyarakat miskin melalui pendekatan berbasis kewilayahan.

Karakteristik Kabupaten Sumenep nan terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan memerlukan kebijakan nan disesuaikan dengan kondisi sosial, geografis, serta potensi ekonomi setiap daerah.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkab Sumenep mendorong kajian spasial guna memetakan persebaran kemiskinan, mengelompokkan wilayah berasas tingkat kemiskinan, serta merumuskan model pengembangan ekonomi nan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Strategi ini juga diperkuat melalui Sinergi Multi Pihak Lawan Kemiskinan (SIMPUL), nan melibatkan beragam sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pertanian, perikanan, ketenagakerjaan, infrastruktur, UMKM hingga pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan membikin program penanggulangan kemiskinan lebih terarah dan tepat sasaran.

Penurunan jumlah masyarakat miskin sebanyak 7.940 jiwa menjadi perkembangan positif bagi Kabupaten Sumenep. Namun, keberlanjutan capaian tersebut tetap memerlukan program nan konsisten, info nan akurat, serta penguatan ekonomi masyarakat agar family nan telah keluar dari garis kemiskinan tidak kembali rentan.

Dengan menggabungkan perlindungan sosial, pembuatan kesempatan ekonomi, dan intervensi berbasis wilayah, Pemkab Sumenep berupaya mendorong penanggulangan kemiskinan nan tidak hanya berorientasi pada penurunan nomor statistik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Views: 2

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0