Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto menerima penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur nan diwakili TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, Rabu (21/10/2026). (ISTIMEWA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melestarikan bahasa Madura mendapat apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur melalui penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.
Penghargaan tersebut diberikan atas support Disdikbud dalam Program Revitalisasi Bahasa Daerah, terutama melalui kebijakan menjadikan bahasa Madura sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.
Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto menyerahkan Perbup tentang muatan lokal bahasa Madura beserta sejumlah kitab berkata Madura kepada Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Puji Retno Hardiningtyas, Rabu (21/10/2026). (ISTIMEWA)Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto menerima penghargaan tersebut dalam aktivitas nan digelar pada Rabu (21/10/2026), dengan perwakilan TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, nan menyerahkannya.
Dalam kesempatan nan sama, Basri juga menyerahkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang muatan lokal bahasa Madura beserta sejumlah kitab berkata Madura kepada Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas.
Basri mengatakan, dirinya datang mewakili Bupati Pamekasan untuk menyampaikan komitmen pemerintah wilayah dalam memperkuat pelestarian bahasa Madura melalui kebijakan pendidikan.
Menurutnya, penerapan bahasa Madura sebagai mata pelajaran wajib menjadi langkah konkret agar bahasa ibu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
“Itu corak komitmen Pemkab Pamekasan untuk melestarikan dan merevitalisasi bahasa Madura sehingga diinternalisasi dalam mata pelajaran di sekolah,” jelasnya.
Dia menyebutkan, Pamekasan menjadi satu-satunya kabupaten dari enam wilayah lokus bahasa Madura nan berkomitmen menginternalisasikan bahasa tersebut dalam pembelajaran di sekolah. Enam kabupaten itu meliputi Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan, Bondowoso, dan Situbondo.
Basri menegaskan, pembelajaran bahasa Madura di sekolah-sekolah Pamekasan merupakan bagian krusial dari upaya mencegah bahasa wilayah semakin ditinggalkan.
Melalui pendidikan formal, para siswa diharapkan tidak hanya memahami bahasa Madura, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan seperti ini, menjaga bahasa wilayah menjadi lebih mudah dan efektif, lantaran kami tidak mau anak-anak didik tidak mengenal bahasa wilayah mereka sendiri,” ujar Basri.
Selain menerapkan pembelajaran bahasa Madura, Disdikbud Pamekasan juga memperkuat pelestarian melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengenal, mempelajari, dan menunjukkan keahlian berkata Madura sebelum melanjutkan kejuaraan ke tingkat provinsi.
Basri mengaku bangga atas penghargaan nan diberikan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai corak apresiasi terhadap upaya pelestarian bahasa wilayah di Pamekasan.
Ia memastikan komitmen tersebut bakal terus dijaga dan diperkuat agar bahasa Madura tetap menjadi bagian krusial dari identitas budaya generasi mendatang.
“Tentu ini sebuah kebanggaan bagi kami, dan tentunya komitmen ini bakal terus kami jaga dan kami perkuat,” pungkasnya. (enk/nda)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·