Sumenep, Penamadura.com – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Akhmadi Yazid, mendorong pemerintah wilayah memperkuat kemitraan dengan pesantren untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pesantren mempunyai potensi besar dalam membangun karakter generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menumbuhkan kemandirian masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yazid dalam momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Ia menilai, santri saat ini mempunyai kesempatan lebih luas untuk berkontribusi, tidak hanya dalam bagian keagamaan, tetapi juga di sektor sosial, ekonomi, pendidikan, dan teknologi.
“Santri tidak cukup hanya menjadi pewaris tradisi, tetapi juga kudu menjadi pelopor perubahan,” kata Yazid, sebagaimana dikutip dari Porosbaru.com, Rabu (21/10/2026).
Yazid nan juga menjadi personil Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep itu menilai, kontribusi pesantren perlu diikuti support kebijakan nan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, dia mendorong Pemkab Sumenep menjadikan pesantren sebagai mitra strategis dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan daerah.
Menurutnya, penguatan kemitraan tersebut tidak cukup berakhir pada pengakuan terhadap peran pesantren. Pemerintah wilayah perlu menerjemahkannya dalam program nyata nan memberikan faedah bagi pesantren, santri, dan masyarakat.
“Pemerintah wilayah kudu menempatkan pesantren sebagai mitra strategis pembangunan, melalui kebijakan dan program nan konkret,” ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan pesantren diharapkan dapat memperluas ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumenep.
Selain mendorong support pemerintah, Yazid menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas santri agar bisa menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, penguasaan pengetahuan kepercayaan perlu melangkah beriringan dengan pengetahuan umum dan keahlian teknologi. Perpaduan tersebut krusial agar santri bisa beradaptasi dengan perkembangan bumi sekaligus mempertahankan nilai-nilai adab dan kebangsaan.
Ia berambisi generasi santri tidak hanya mempunyai pemahaman keagamaan nan kuat, tetapi juga bisa mengembangkan potensi diri, membangun kemandirian, dan bersaing dalam beragam bidang.
“Saya berambisi generasi santri ke depan bisa menguasai pengetahuan kepercayaan sekaligus pengetahuan pengetahuan dan teknologi, berakhlak, mandiri, serta berkekuatan saing,” ungkapnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan Kabupaten Sumenep maupun Indonesia.
Bagi Yazid, santri mempunyai peran krusial dalam menjaga tradisi keislaman dan nilai kebangsaan sekaligus menjadi bagian dari perubahan sosial nan membawa faedah bagi masyarakat.
Ia berambisi sinergi antara pemerintah, pesantren, dan beragam komponen masyarakat semakin diperkuat sehingga potensi pesantren dapat berkembang secara optimal.
Yazid juga menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri. Ia berambisi semangat perjuangan para ustadz dan santri terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
Views: 2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·