Ada Perbaikan di KM 2,9 Suramadu, Polisi Ingatkan Pengendara Waspadai Penyempitan Lajur

1 jam yang lalu 2

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Pengguna Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Madura perlu bersiap menghadapi penyempitan arus lampau lintas. Perbaikan bangunan jembatan di KM 2,9 mulai dikerjakan pada 27 Agustus 2026 dan diperkirakan berjalan hingga akhir Oktober 2026.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan, Akhmad Jauhari, mengungkapkan, pekerjaan difokuskan pada satu titik nan selama ini dikenal pengguna jalan sebagai letak dengan bunyi “geladak-geladak”. Bunyi tersebut muncul lantaran bagian jembatan sebelumnya ditutup menggunakan plat besi.

“Perbaikan jembatan itu memang dimulai besok (hari ini) untuk pengerjaan. Diperkirakan mulai pukul 11 siang hingga akhir Oktober nanti,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Jauhari, kerusakan berada pada bagian bangunan baja berbentuk kotak di bawah plat besi. Bagian tersebut mengalami kerusakan sehingga bakal dilepas dan diganti dengan material baru.

“Yang bunyi geladak-geladak itu dilepas. Karena di situ, di bawahnya, nan besi baja kotak-kotak itu patah. Jadi itu diganti semuanya, diganti baru,” jelasnya.

Meski demikian, perbaikan itu tidak bakal membikin akses Jembatan Suramadu ditutup total. Kendaraan tetap dapat melintas, tetapi dengan akibat terjadi penyempitan lajur.

“Memang ada penyempitan jalan di bentang tengah. nan semula jalurnya normal, tinggal setengahnya, tapi bisa dilewati,” terangnya.

Penyempitan diberlakukan pada sisi jalur menuju Madura untuk kendaraan roda empat. Pengerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian nan berada di sisi jalur darurat alias berdekatan dengan jalur sepeda motor.

Setelah bagian pertama selesai, pengerjaan bakal bergeser ke bagian berikutnya hingga seluruh titik nan mengalami kerusakan selesai diperbaiki.

Jauhari menegaskan, penutupan total maupun penerapan contraflow belum memungkinkan lantaran karakter arus kendaraan di Jembatan Suramadu serta kebutuhan personel nan cukup besar.

Untuk mengantisipasi kepadatan dan kecelakaan, Satlantas Polres Bangkalan telah meminta pelaksana menyiapkan rekayasa lampau lintas dan perlengkapan keselamatan sejak jauh sebelum titik pekerjaan.

“Kami minta satu kilometer sebelum titik perbaikan kudu ada rambu peringatan. Terus malamnya dikasih lampu LED nan terus menyala, jaga-jaga takutnya tidak terlihat oleh pengguna jalan,” ungkapnya.

Satlantas Polres Bangkalan juga bakal menurunkan sedikitnya empat personel di letak untuk mengantisipasi kepadatan.

Jumlah tersebut dapat ditambah andaikan kondisi lampau lintas mulai mengalami kepadatan. Selain personil kepolisian, pihak pelaksana juga menyiapkan sekitar 10 flagman untuk membantu mengatur kendaraan.

Salah satu persoalan nan menjadi perhatian polisi adalah kendaraan berat nan melintas di letak penyempitan. Kondisi jalan nan menanjak dikhawatirkan membikin kendaraan berat mengalami gangguan alias apalagi patah as.

“Kami takutkan kendaraan berat, kan itu tanjakan. Takutnya patah as di situ,” tuturnya.

Sebab itu, pihaknya meminta pelaksana mengantisipasi kemungkinan adanya kendaraan nan mogok di lokasi. Salah satunya dengan menyiapkan kendaraan derek.

“Pelaksana sudah menyiapkan derek. Kami minta untuk menyiapkan derek, jaga-jaga takut ada kendaraan mogok,” ujarnya.

Jauhari juga mengingatkan pengguna sepeda motor agar tidak memasuki jalur kendaraan roda empat selama proses perbaikan berlangsung.

Kata Jauhari, jalur unik sepeda motor tetap tersedia sehingga pengendara roda dua tidak perlu mengambil jalur kendaraan roda empat.

Dia juga meminta masyarakat nan melintas selama masa perbaikan untuk mematuhi rambu dan pengarahan petugas.

“Intinya tertib berlalu lintas, mengikuti pengarahan petugas, dan melangkah sesuai jalurnya,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya