BANGKALAN, koranmadura.com – Proyek perbaikan sambungan ekspansi modular (modular expansion joint) di Kilometer 2.900 Jembatan Suramadu mulai dieksekusi pada Kamis, 27 Agustus 2026 siang. Pekerjaan prasarana ini memicu penyempitan lajur kendaraan roda empat dari arah Surabaya menuju Madura.
Pengerjaan pemeliharaan berkala tersebut diproyeksikan bakal menyantap waktu hingga dua bulan ke depan. Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan, Ipda Akhmad Jauhari menyampaikan bahwa berasas koordinasi berbareng tim pengelola jembatan, perbaikan intensif resmi dimulai siang ini.
“Perbaikan itu besok mulainya antara jam 11.00 alias jam 12.00 siang. Jadi mulai besok siang sampai akhir Oktober perbaikan bakal dilakukan selama 24 jam penuh,” kata Ipda Akhmad Jauhari, Kamis, 27 Agustus 2026 hari ini.
Jauhari menerangkan, titik perbaikan terfokus pada lajur unik mobil dari arah Surabaya menuju Pulau Madura, tepatnya di bentang tengah jembatan.
“Jadi, di bagian tengah nan menuju ke Madura itu kan ada seperti besi, itu nan bakal diperbaiki, untuk jalur motor kondusif tidak ada perbaikan,” kata Jauhari lagi.
Jauhari memastikan bahwa tidak ada penutupan total akses Jembatan Suramadu selama pengerjaan berlangsung. Pihaknya hanya memberlakukan penyempitan lajur secara bergantian, sehingga arus kendaraan roda empat tetap bisa bergerak melintas.
“Tidak ada penutupan, hanya penyempitan. Jadi hari perbaikannya di sebelah kiri, di kanannya itu bisa dilewati satu kendaraan. Nanti, jika di kiri selesai, tukar nan kanan, begitu mekanismenya,” ungkapnya.
Guna mencegah kecelakaan akibat kejutan penyempitan lajur, Satlantas Polres Bangkalan telah menginstruksikan pelaksana proyek untuk memasang barikade rambu peringatan awal sejak jarak satu kilometer sebelum titik perbaikan.
“Kita sudah minta agar 1 kilometer sebelum titik perbaikan kudu ada rambu-rambu,” pungkasnya. (Mahmud/Fine)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·