Achsanul Ajak Suporter Pertahankan Budaya Damai di Sepak Bola Indonesia

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, membujuk seluruh komponen sepak bola untuk terus menjaga budaya tenteram nan mulai tumbuh di kalangan suporter. Menurutnya, kondisi itu tidak boleh berakhir sebagai pencapaian sesaat, tetapi kudu menjadi budaya nan terus dipertahankan.

Pria nan berkawan disapa Prof. AQ itu menilai hubungan antarsuporter dalam beberapa musim terakhir menunjukkan perkembangan nan semakin positif. Meski rivalitas tetap kerap terlihat di media sosial, suasana saat pertandingan berjalan di stadion justru jauh lebih kondusif.

“Persib, Persija, Arema, Persebaya setiap tahun berjumpa minimal dua kali. Pascatragedi Kanjuruhan, pertemuan mereka selama ini aman-aman saja. Mereka hanya ramai di media sosial, dan itu biasa. Faktanya jika di lapangan mereka saling rangkul,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Tokoh nasional asal Madura itu menegaskan, kondisi itu menjadi bukti bahwa sepak bola mempunyai kekuatan untuk menyatukan beragam golongan suporter nan selama ini dikenal mempunyai rivalitas tinggi.

Oleh karena itu, dia berambisi atmosfer tenteram nan telah terbangun dapat terus dijaga dan menjadi budaya dalam setiap pertandingan kompetisi.

Madura FM

“Untuk Liga 1 dan Liga 2, suporter sudah lebih baik. Sepak bola pemersatu kita,” tambahnya.

Prof. AQ juga menekankan bahwa klub dan suporter merupakan dua komponen nan tidak dapat dipisahkan. Keduanya mempunyai peran nan sama krusial dalam menjaga sportivitas, keamanan, dan kedamaian sehingga sepak bola betul-betul menjadi sarana pemersatu bangsa.

“Klub dan suporter adalah koin mata uang, bolak-balik tetap satu. Salam tenteram sepak bola Indonesia,” tukasnya. (nur/zul)

Selengkapnya