KABAR MADURA | Abrasi nan merusak sejumlah akomodasi membikin kunjungan visitor ke Pantai The Legend, Pamekasan, menurun drastis. Destinasi nan sempat ramai dan viral pada periode 2020 hingga 2023 itu sekarang kehilangan sebagian lahan parkir, pohon peneduh, hingga mengalami kerusakan akses jalan dan jembatan.
Pengelola Pantai The Legend, Ahmad Rofiqi, mengatakan kondisi tersebut berbanding terbalik dengan beberapa tahun sebelumnya. Saat ketenaran pantai berada di puncaknya, pengelola apalagi kudu menutup akses masuk sekitar pukul 15.00 lantaran kapabilitas parkir kendaraan telah penuh.
“Kalau tetap sempat viral-viralnya itu banyak. Jam 3 sore sudah saya tutup lantaran full. Lahan untuk mobil penuh, begitu juga parkir sepeda motor,” ujar Rofiqi.
Namun, jumlah visitor sekarang jauh berkurang. Rofiqi menyebut pengikisan menjadi salah satu aspek nan mengubah kondisi area wisata tersebut. Pohon-pohon pinus nan sebelumnya menjadi tempat berlindung visitor turut terdampak.
“Sekarang sudah sepi. Cemara nan sebelah timur, nan biasa ditempati pengunjung, roboh semuanya lantaran kena abrasi,” ujarnya.
Tidak hanya pepohonan, pengikisan juga berakibat terhadap akses jalan, jembatan, dan lahan parkir. Menurut Rofiqi, akses jalan menjadi akomodasi nan paling mendesak untuk diperbaiki, disusul penataan kembali lahan parkir.
“Yang lebih utama itu akses jalan. Nomor dua lahan parkir, sudah enggak ada lagi,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat sekitar. Salah seorang penduduk mengatakan Pantai The Legend sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada musim liburan dan momentum tertentu. Kerusakan akibat terjangan ombak membikin kondisi pantai berubah.
“Ini sudah rusak kena ombak. Pohon-pohon cemaranya dulu rimbun, jadi lezat dan ada tempat teduh. Sekarang banyak nan kering,” tuturnya.
Selain kerusakan fasilitas, persoalan kebersihan menjadi perhatian pengunjung. Fia Ramadani, salah seorang wisatawan, berambisi kebersihan area lebih diperhatikan agar visitor kembali merasa nyaman.
Rofiqi memastikan Pantai The Legend tidak ditinggalkan begitu saja. Pengelola tetap melakukan perawatan dan perbaikan secara bertahap, meski terkendala keterbatasan biaya dan jumlah personel.
“Tidak dibiarkan terbengkalai. Kita tetap merawatnya sedikit demi sedikit. Sampah kita bersihkan, kemudian nan rusak kita benahi,” ungkapnya.
Sebelumnya, sejumlah fasilitas, seperti lahan parkir, gazebo, tempat berjualan, dan bilik mandi, mendapatkan support dari pemerintah desa. Namun, untuk pembenahan saat ini, pengelola tetap berupaya mengumpulkan biaya secara mandiri.
Menurut Rofiqi, terdapat komunikasi dengan salah seorang personil DPRD asal Pamekasan nan berupaya mencarikan support anggaran pada 2027. Namun, rencana tersebut belum mempunyai kepastian.
“Dia tidak janji, hanya mau mengusahakan agar The Legend kembali seperti dulu,” katanya.
Sembari menunggu kemungkinan support tersebut, pengelola berencana melakukan pembenahan secara bertahap, salah satunya di bagian barat pantai dengan merapikan pohon pinus dan menyediakan tempat duduk.
Pembenahan akses dan akomodasi diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan Pantai The Legend sehingga destinasi tersebut kembali menarik visitor seperti beberapa tahun sebelumnya.(Moh. Abdullah Taufiqi,Aminatus Zahroh/waw)

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·