KABAR MADURA | Sebanyak 125 kebakaran tercatat di Pamekasan sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran ilalang dan lahan bambu menjadi kejadian nan paling banyak ditangani pemadam kebakaran (damkar) Pamekasan.
Analis Kebakaran, Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Pamekasan, Syarif Jailani, mengatakan aspek manusia menjadi penyebab nan paling dominan dalam kejadian kebakaran selama musim kemarau, khususnya kebakaran lahan.
“Human error. Karena kebakaran nan paling dominan selama tandus ini lahan. Rata-rata dari masyarakat sendiri, ialah kurangnya kesadaran tentang bahayanya kebakaran. Bakar terus ditinggal, akhirnya merambat ke mana-mana,” ujar Syarif kepada Kabar Madura, Rabu (23/9/2026).
Menurut Syarif, kejadian kebakaran lebih banyak terjadi di wilayah selatan Pamekasan. Sementara area pantura juga terjadi kebakaran, tetapi frekuensinya relatif jarang.
Dalam penanganannya, damkar Pamekasan saat ini mempunyai dua armada untuk menjangkau wilayah nan mencakup 13 kecamatan. Jumlah tersebut dinilai tetap kurang untuk menangani seluruh wilayah pelayanan.
“Kalau armada, sebenarnya kita tetap kurang. Sedangkan wilayah nan kita tangani ada 13 kecamatan,” katanya.
Sementara untuk personel, damkar mempunyai empat regu dengan masing-masing 12 anggota. Petugas bekerja dengan sistem pergantian shift selama 24 jam, ialah pukul 07.00 hingga 19.00 WIB dan dilanjutkan pukul 19.00 hingga 07.00 WIB.
Sosialisasi juga dilakukan kepada masyarakat sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran. Sosialisasi dilakukan melalui aktivitas unik maupun saat petugas berada di letak kejadian dan memberikan edukasi kepada warga.
Hingga periode tersebut, tidak terdapat korban jiwa akibat kebakaran. Namun, Syarif menyebut terdapat personil nan mengalami luka dalam beberapa kejadian.
“Korban jiwa tidak ada. Namun, ada personil nan mengalami luka, meski tidak banyak, sekitar satu sampai dua orang,” ujarnya.
Kejadian kebakaran tidak dapat dipastikan berasas waktu tertentu. Kebakaran dapat terjadi kapan saja, termasuk pada awal hari.
Karena itu, damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas nan berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi kemarau.
“Imbauan kami kepada masyarakat, tolong untuk tidak membakar sampah sembarangan. Melihat sekarang kita sedang berada pada musim kemarau,” tegasnya. (ina/waw)

59 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·