Sampang, (Media Madura) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mencatat sebanyak 12 kecamatan masuk dalam wilayah nan mengalami kekeringan pada 2026.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Hozin, mengatakan dari 12 kecamatan tersebut, kekeringan berstatus kritis tersebar di 78 desa. Data tersebut berasas hasil pemetaan nan dilakukan pemerintah wilayah melalui BPBD.
“Dari total 14 kecamatan di Sampang, terdapat 12 kecamatan nan tersebar di 78 desa mengalami kering kritis tahun ini,” kata Hozin, Rabu (19/8/2026).
Adapun 12 kecamatan nan masuk wilayah kekeringan ialah Banyuates, Camplong, Jrengik, Karangpenang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
Hozin menyebut Kecamatan Kedungdung menjadi wilayah dengan jumlah desa terbanyak nan berstatus kering kritis, ialah mencapai 13 desa.
Sementara itu, dua kecamatan nan tidak masuk kategori kering kritis adalah Ketapang dan Pangarengan.
“Yang tidak termasuk kering kritis ada dua kecamatan, ialah Ketapang dan Pangarengan,” jelasnya.
Meski pemetaan wilayah kekeringan telah dilakukan, BPBD Sampang hingga sekarang belum mendistribusikan support air bersih. Namun, penyaluran air bersih dipastikan segera dilakukan ke wilayah nan membutuhkan.
“Pelaksanaan dropping air bersih bakal segera kita lakukan,” tandasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

57 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·