Warga Montorna Keluhkan Distribusi Air Bersih Lambat di Tengah Kekeringan

5 jam yang lalu 4

KABAR MADURA | Pelayanan pendistribusian air bersih ke Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, dikeluhkan warga. Distribusi support air bersih dari pemerintah diklaim kerap datang terlambat, sementara kebutuhan air masyarakat terus meningkat di tengah kekeringan.

Keluhan tersebut disampaikan penduduk setempat, Badar. Menurutnya, pengedaran air bersih menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat nan kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan.

Badar menilai, lambatnya pengedaran membikin penduduk kudu menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan air bersih.

“Kalau distribusinya lambat, masyarakat kesulitan. Air bersih ini kan kebutuhan utama,” ujar Badar.

Harapannya, pemerintah dapat meningkatkan kecepatan pelayanan, terutama untuk wilayah nan masyarakatnya sudah berjuntai pada support air bersih.

Keluhan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menangani kekeringan nan melanda sejumlah wilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Kamiluddin mengaku setiap hari mengerahkan dua armada untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak dan diprioritaskan bagi wilayah nan masuk kategori kering kritis.

“Setiap hari kami memang melakukan droping air bersih, utamanya kepada wilayah nan mengalami kering kritis,” kata Kamiluddin.

Menurutnya, sejumlah wilayah menjadi sasaran utama pendistribusian air bersih. Di antaranya Desa Montorna, Prancak, Kombasng, Poteran, Besoka di Kecamatan Rubaru, serta Batuputih Daya di Kecamatan Batuputih.

Sementara wilayah nan masuk kategori kering langka tetap mendapatkan support air bersih. Namun, gelombang distribusinya tidak setiap hari dan disesuaikan dengan permintaan masyarakat.

“Untuk nan kering langka tetap kita layani berasas permintaan,” jelasnya. (ara/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya