PAMEKASAN, koranmadura.com – Wacana penataan ulang (revitalisasi) empat sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) berbobot Rp4 miliar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dipastikan meleset dari sasaran tahun 2026.
Sempitnya sisa waktu hingga triwulan akhir menjadi penghambat utama. Pasalnya, hingga medio Oktober 2026 ini, pengerjaan proyek bentuk maupun penyusunan arsip perencanaan teknis belum tersentuh sama sekali.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Salehoddin membeberkan bahwa plot anggaran sejatinya telah disiapkan pemerintah daerah. Namun sejak dirinya dilantik memimpin dinas, belum ada pergerakan progres di lapangan.
Mengingat sisa waktu efektif tahun anggaran 2026 tinggal menyisakan waktu sekitar satu separuh bulan, pengerjaan bentuk di empat titik dianggap tidak logis untuk dipaksakan.
Atas pertimbangan tersebut, Diskop UKM dan Naker mengalihkan konsentrasi untuk merampungkan cetak biru perencanaan Food Colony terlebih dulu agar eksekusi bentuk dapat digulirkan pada 2027 mendatang.
“Kami bakal menyelesaikan perencanaan Food Colony terlebih dahulu, sehingga tahun depan bisa dilanjutkan ke pekerjaan fisik,” kata Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Salehoddin, Sabtu, 17 Oktober 2026 hari ini.
Mantan Sekretaris Disporapar Pamekasan ini menambahkan bahwa alokasi biaya revitalisasi empat sentra PKL tersebut sejatinya utuh dan tidak tergeser dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026, tetapi realisasinya terpaksa ditunda.
Sebagai informasi, Pemkab Pamekasan sebelumnya telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 miliar nan diperuntukkan bagi empat area niaga, meliputi:
-
Sentra PKL Sae Rassah (Jalan Dirgahayu)
-
Sentra PKL Sae Salera (Jalan Niaga)
-
Food Colony (Jalan Kesehatan)
-
Satu titik sentra PKL pendukung lainnya
Dengan mepetnya sisa masa kerja tahun anggaran berjalan, seluruh penyelenggaraan proyek bentuk revitalisasi sentra PKL Pamekasan dipastikan bergeser total ke tahun 2027. (Sudur/Fine)

4 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·