Expo UMKM Sulsel 2026 Dibuka, Kemenhaj Bidik Peluang Pasar di Arab Saudi

47 menit yang lalu 2

Gowa, Penamadura.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Upaya tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, saat membuka Expo UMKM Sulsel 2026 di Lapangan Jenderal Sudirman, Gowa, Jumat (16/10/2026).

Jaenal menilai, expo tersebut menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan jaringan perdagangan, logistik, serta mitra penyedia jasa haji di Arab Saudi.

Menurutnya, potensi ekonomi wilayah perlu didukung akses pemasaran dan pengedaran nan lebih luas agar produk lokal tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi juga bisa bersaing di pasar internasional.

“UMKM kudu naik kelas, tidak hanya memperkuat di pasar lokal, tetapi juga bisa menembus pasar internasional,” ujar Jaenal.

Ia menegaskan, pengembangan UMKM tidak cukup dilakukan melalui aktivitas pameran. Diperlukan langkah berkepanjangan untuk membangun jaringan pemasaran, memperkuat distribusi, serta membuka kemitraan upaya nan memberikan faedah nyata bagi pelaku usaha.

Dalam konteks penyelenggaraan ibadah haji, Kemenhaj memandang kesempatan bagi produk UMKM Sulawesi Selatan untuk memenuhi sebagian kebutuhan jemaah Indonesia. Peluang itu antara lain mencakup produk oleh-oleh dan beragam produk lokal nan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Namun, produk nan bakal masuk dalam rantai pasok tersebut kudu memenuhi standar mutu, kapabilitas produksi, serta ketentuan nan berlaku.

Jaenal mengatakan, pihaknya mendorong identifikasi produk-produk lokal nan siap dikembangkan dan dipasarkan kepada mitra penyedia jasa haji di Arab Saudi, termasuk dua syarikah nan melayani jemaah haji Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut memerlukan kerjasama antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, bumi usaha, serta mitra perdagangan dan logistik agar kesempatan pasar dapat diwujudkan menjadi transaksi dan kerja sama konkret.

“Kolaborasi tidak boleh berakhir pada seremoni. Harus ada nilai tambah alias *added value* nan dirasakan pelaku usaha. Dari pertemuan, kita bangun kemitraan. Dari kemitraan, lahir transaksi. Dari transaksi, terbuka kesempatan investasi,” katanya.

Jaenal menambahkan, penguatan ekosistem ekonomi haji merupakan bagian dari upaya membangun penyelenggaraan haji nan ahli dan modern. Pada saat bersamaan, aktivitas ekonomi nan muncul dari penyelenggaraan ibadah haji diharapkan memberikan faedah lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Karena itu, dia membujuk seluruh pemangku kepentingan menjadikan Expo UMKM Sulsel 2026 sebagai titik awal pengembangan ekosistem upaya nan inklusif, terdigitalisasi, dan kompetitif.

Pelaku UMKM juga didorong meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapabilitas produksi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu sarana nan didorong untuk dimanfaatkan adalah aplikasi *Hajj & Umrah Store*. Platform digital tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses pemasaran dan meningkatkan kesempatan produk lokal dikenal oleh konsumen nan lebih luas.

“Expo ini kudu menjadi momentum membuka babak baru bagi UMKM Sulawesi Selatan. Kita mau produk lokal semakin kompetitif, kemitraan semakin kuat, dan kesempatan ekonomi dari penyelenggaraan haji dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Jaenal.

Ia berambisi sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga potensi UMKM Sulawesi Selatan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan.

Dengan demikian, kesempatan ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya memberikan faedah bagi jemaah, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan upaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Air.

Views: 2

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0