KABAR MADURA | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menjadi tuan rumah aktivitas Commemorating the 400th Anniversary of Syaikh Yusuf Al-Makassari dengan mengusung tema “Tracing the Intellectual Legacy of Nusantara Ulama for Sustainable Civilization and Global Wisdom.”
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam maupun luar negeri, di antaranya Dr. H. M. Fared F. Saenong, MA, PND selaku Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Mohd Roslan Bin Mohd Nor dari University of Malaya, Prof. Dr. Suliman Hassan Suliman Elwarfali dari Alefak University Libya, serta Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., mengatakan bahwa aktivitas tersebut merupakan agenda lanjutan dari rangkaian aktivitas sebelumnya nan berangkaian dengan Madura.
Menurutnya, peringatan 400 tahun Syaikh Yusuf Al-Makassari diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat dan menjaga tradisi keagamaan nan telah berkembang di tengah masyarakat Madura.
“Agenda ini adalah agenda lanjutan. nan kita harapkan dari aktivitas dengan tema anniversary 400 tahun Syaikh Yusuf Al-Makassari ini menjadi momentum kuat menjaga tradisi keagamaan masyarakat,” ujar Saiful Hadi, Rabu (9/9/2026).
Dijelaskan pula bahwa kehadiran Syaikh Yusuf Al-Makassari dalam dinamika sosial masyarakat mempunyai keterkaitan dengan perkembangan keagamaan. Karena itu, menurutnya, aspek spiritual masyarakat Madura juga tidak dapat dilepaskan dari dinamika dakwah dan tradisi keagamaan nan berkembang.
“Kami meyakini bahwa kehadiran Syaikh Yusuf Al-Makassari dalam dinamika sosialnya adalah keagamaan. Oleh lantaran itu, dengan dimensi spiritual nan ada di Madura pasti ada pengaruh dari pola dakwah,” jelasnya, Rabu (9/9/2026).
Saiful menambahkan, melalui aktivitas tersebut UIN Madura mau memberikan kontribusi terhadap penguatan kehidupan spiritual masyarakat Madura. Hal tersebut juga diarahkan melalui peran kampus dalam mengintegrasikan pengetahuan pengetahuan Islam dengan dinamika kehidupan sosial nan lebih luas.
“Memelihara dinamika spiritual Madura, kita juga mau ada kontribusi nan kuat dari civitas kampus tentang integrasi pengetahuan pengetahuan Islam dengan dinamika kehidupan sosial nan luas,” ungkapnya, Rabu (9/9/2026).
Lebih lanjut, rangkaian aktivitas tersebut tidak berakhir pada seremoni pembukaan. Setelah pembukaan nan diwakili Staf Khusus Menteri Agama, aktivitas dilanjutkan dengan panel nan membahas artikel-artikel nan telah ditetapkan.
“Setelah dibuka Pak Menteri (Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA) melalui stafsus, setelah ini bakal melaksanakan panel dari seluruh tulisan nan sudah ditetapkan dan menjadi perihal krusial dari aktivitas ini,” pungkas Saiful (Arjul Wafiqoh, Moh. Abdullah Taufiqi, Moh. Rifqi Hafiluddin Firdaus/waw)
.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·