Tirakat Puasa 8 Hari di Sampang, Musafir Asal Pemalang Meninggal Dunia

20 jam yang lalu 2

SAMPANG, koranmadura.com – Seorang musafir asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Heru Ismunanto (62), menghembuskan napas terakhir di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, usai mempraktikkan tirakat puasa tanpa makan selama 8 hari berturut-turut.

Korban sebelumnya ditemukan oleh penduduk lokal di area surau kompleks Pemakaman Bujuk Rioh, Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, dalam kondisi tubuh kurus kering serta terkulai lemas tak berdaya.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Puji Eko Waluyo menjelaskan bahwa penduduk melaporkan penemuan musafir lemas tersebut pada Selasa, 15 September 2026 kemarin agar segera mendapat tindakan medis.

“Setelah mendapat laporan, petugas ke letak dan mengevakuasi Musafir Heru ke Puskesmas Omben agar mendapat penanganan medis,” kata AKP Puji Eko Waluyo, Rabu, 16 September 2026 hari ini.

AKP Puji Eko menyampaikan, Heru merupakan peziarah musafir nan sengaja datang jauh dari Jawa Tengah untuk melakoni ritus tirakat di situs makam keramat Bujuk Rioh.

“Setelah diketahui asalnya, Polsek Omben kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Kertosari dan Polsek Ulujami untuk membantu menghubungi family korban di Pemalang,” katanya.

Lantaran kondisi fisiknya nan banget kritis akibat kekurangan asupan gizi, korban dirujuk dari Puskesmas Omben menuju RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 00.00 WIB awal hari dengan pengawalan personel Polsek Omben.

“Namun nahas, sekitar 00.30 wib, rabu awal hari, Heru dinyatakan meninggal bumi oleh pihak rumah sakit,” paparnya.

Saat ini, kepolisian berbareng lembaga mengenai tetap terus berkoordinasi intensif dengan jejeran Polsek Ulujami guna memfasilitasi penanganan serta pemulangan jenazah almarhum ke rumah duka di Pemalang.

“Kami tetap berupaya menghubungi pihak family korban di Pemalang untuk proses selanjutnya,” pungkasnya. (Muhlis/Fine)

Selengkapnya