
KABAR MADURA | Kabupaten Sumenep mencatat capaian krusial dalam pembangunan desa. Di bawah kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, tidak ada lagi desa tertinggal alias nan masuk kategori sangat tertinggal pada 2026.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa di ujung timur Pulau Madura terus bergerak ke arah nan lebih baik. Bahkan, kebanyakan desa di Sumenep sekarang telah berada pada kategori maju dan mandiri.
Hal itu disampaikan Bupati Fauzi saat menghadiri Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Proyeksi Status Desa Tahun 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (28/8/2026).
Berdasarkan hasil pemutakhiran proyeksi status desa 2026, sebanyak 39 desa berstatus berkembang, 146 desa berstatus maju, dan 145 desa telah mencapai status mandiri.
Dengan demikian, dari total 330 desa di Kabupaten Sumenep, sebanyak 291 desa alias sekitar 88 persen telah berada pada kategori maju dan mandiri. Tidak satu pun desa tersisa dalam kategori sangat tertinggal maupun tertinggal.
Bagi Fauzi, capaian tersebut bukan hasil pembangunan nan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, perubahan status desa merupakan buah dari proses panjang pembangunan sekaligus penguatan tata kelola pemerintahan desa nan dilakukan secara berkelanjutan.
“Desa ini prosesnya cukup lama, kurang lebih 10 tahun. Selama 10 tahun pemerintahan desa terus berjalan. Tetapi memang tidak semua desa bisa diperlakukan sama antara satu dengan lainnya,” ujar Fauzi.
Ditegaskan pula, setiap desa mempunyai karakter, potensi, kewenangan, kelembagaan serta kualitas sumber daya manusia nan berbeda. Karena itu, pembangunan desa tidak dapat dilakukan dengan pendekatan nan seragam.
Pendekatan tersebut menjadi krusial bagi Sumenep nan mempunyai karakter wilayah nan luas, termasuk desa-desa di area kepulauan. Menurut Fauzi, perbedaan potensi dan persoalan setiap desa kudu menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan.
“Ini merupakan sebuah prestasi untuk Kabupaten Sumenep. Sekarang sudah tidak ada desa sangat tertinggal dan desa tertinggal,” tegasnya.
Capaian itu sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan nan dilakukan secara konsisten bisa membawa perubahan terhadap kualitas dan status desa di Kabupaten Sumenep.
Namun, Fauzi tidak mau keberhasilan tersebut membikin pemerintah desa terlena. Justru, capaian itu kudu menjadi injakan untuk meningkatkan kualitas pembangunan pada tahap berikutnya.
Perhatian unik diberikan kepada 39 desa nan saat ini tetap berstatus berkembang. Fauzi menargetkan desa-desa tersebut terus didorong agar bisa naik menjadi desa maju hingga akhirnya mencapai status mandiri.
“Dari 39 desa berkembang ini kudu didorong menjadi desa mandiri. Harus seperti itu,” katanya.
Fauzi juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten. Pemerintahan desa, kelembagaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan kudu bergerak berbareng sesuai potensi masing-masing wilayah.
“Ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Ada peran pemerintahan desa dan kelembagaan. Karena masing-masing desa mempunyai kondisi dan potensi nan berbeda,” jelasnya.
Di tengah capaian tersebut, Bupati Fauzi juga menunjukkan sikap realistis terhadap tantangan pembangunan ke depan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah pusat, termasuk support anggaran bagi desa, dapat berubah sewaktu-waktu.
“Tahun ini desa juga mengalami efisiensi nan cukup besar,” ungkapnya.
Karena itu, dia mendorong pemerintahan desa agar tidak hanya berjuntai pada support anggaran pemerintah. Desa kudu semakin imajinatif dalam menggali potensi ekonomi dan sumber daya nan dimiliki.
Bagi Fauzi, status berdikari bukan sekadar nomor dalam arsip pembangunan. Predikat tersebut kudu dibuktikan melalui keahlian desa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menghadapi beragam perubahan kebijakan.
Capaian tanpa desa tertinggal menjadi modal besar bagi Sumenep untuk melangkah lebih jauh.
“Pekerjaan berikutnya adalah menjaga 145 desa berdikari tetap mandiri, 146 desa maju terus naik kelas, serta mendorong 39 desa berkembang agar bisa menyusul menjadi desa maju dan mandiri,” pungkasnya. (ara/waw)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·