KM\IST | GUGUR VERIFIKASI: Sebanyak 25 dari 69 desa pengusul di Pamekasan tidak memenuhi persyaratan program budidaya lele dari KKP.
KABAR MADURA | Sebanyak 25 dari 69 desa di Pamekasan dipastikan kandas menerima program support budidaya lele dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hingga saat ini, program tersebut belum dapat direalisasikan lantaran tetap tertahan pada proses verifikasi di lapangan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Abdul Fata, mengungkapkan bahwa hanya 44 desa 63,76 persen nan dinyatakan lolos syarat untuk menerima support tersebut.
“Saat ini tetap berada di tahapan verifikasi dan pengesahan (verval) letak dari tim KKP RI. Dari usulan 69 desa, hanya 44 desa nan memenuhi syarat menerima bantuan,” ungkapnya, Jumat (28/8/2026).
Fata juga menjelaskan bahwa gugurnya 25 desa pengusul disebabkan oleh hambatan teknis dan legalitas lahan nan tidak memenuhi standar dari pusat.
“Kegagalan tersebut lantaran aspek letak berada di area LSD ialah lahan sawah nan dilindungi, letak milik pribadi, letak tidak tersedia sumber mata air, tetap memerlukan pemerataan tanah, dan lain lain,” jelasnya.
Fata mengungkapkan bahwa pihaknya sekarang terus mengawal proses verifikasi bagi desa desa nan lolos agar support dapat terealisasi secara optimal. Fatah menambahkan, support tersebut merupakan langkah panjang untuk memenuhi kuota pembangunan sarana perikanan di Jawa Timur.
“Target support pembangunan sarana budidaya tematik dari KKP RI untuk Jatim tahun 2026 sebanyak 1.360 titik alias desa bagi 38 kabupaten alias kota. Kebetulan Pamekasan termasuk kabupaten terbanyak nan mengusulkan,” tutupnya. (fit/waw)


2 jam yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·