BANGKALAN, koranmadura.com – Tersangka pembunuhan di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berinisial Jl (50), hingga sekarang belum ditangkap polisi. Padahal, sudah empat bulan sejak tragedi berdarah itu terjadi pada 3 Juni 2026.
Kuasa norma family korban, Rofi’i, mengatakan, kasus pembunuhan di Tragah tersebut mempunyai persoalan nan kompleks. Pasca kejadian, family korban juga sempat mendapat ancaman bakal dibunuh oleh pelaku.
“Pelaku ini sempat menakut-nakuti keluarga, lantaran dia tak kunjung ditangkap oleh kepolisian,” katanya, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Rofi’i, empat bulan merupakan waktu nan cukup lama sejak tragedi tersebut terjadi. Ia menilai, jika Polres Bangkalan serius mengejar dan menangkap pelaku, tersangka semestinya sudah dapat diamankan.
“Kalau polisi mau serius, saya percaya tersangka bakal mudah ditangkap, tapi kan kelihatannya seolah kurang niat, padahal family korban menunggu mendapatkan keadilan,” ulasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, kasus tersebut tetap dalam proses investigasi oleh interogator Polres Bangkalan. Tersangka telah ditetapkan, tetapi hingga sekarang belum sukses diamankan.
“Masih kami selidiki, dan terus sembari lampau kami cari,” singkatnya, Jumat, 18 September 2026.
Diketahui, tragedi berdarah tersebut diduga dipicu persoalan lahan nan digunakan untuk beternak bebek. Aktivitas ternak itu disebut mengganggu korban. Pelaku nan tidak terima ditegur oleh korban nan merupakan kakak iparnya kemudian diduga menganiaya hingga menyebabkan korban meninggal dunia. (MAHMUD/DIK)

3 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·