Tangis Pecah, Jenazah ABK KM Virgo 8 Tiba di Rumah Duka Pamekasan

20 jam yang lalu 2

PAMEKASAN, koranmadura.com – Tangis panik pecah saat jenazah Nurul Riyan Hidayat (33), penduduk Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tiba di rumah duka pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 10.59 WIB.

Jasad korban kejadian kapal terbalik KM Virgo Transport 8 tersebut diterbangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya, sebelum akhirnya diangkut armada ambulans via jalur darat menuju Pamekasan.

Kedatangan jenazah disambut Isak tangis haru family dan sanak kerabat. Istri almarhum, Azimatul Munirah (Nining), tak kuasa menahan derita kesedihan. Sambil mengelus perutnya nan tengah mengandung 7 bulan, Nining berulang kali meratap memanggil sang suami, “Ayah… ayah… ayah.”

Sejumlah jejeran pejabat wilayah turut melayat ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa, di antaranya Penjabat Bupati Pamekasan, Sekretaris Daerah (Sekda), ketua OPD, BPBD, hingga jejeran kepolisian.

Nurul Riyan nan bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) sekaligus tim medis KM Virgo Transport 8, menjadi salah satu korban tewas dalam musibah kapal terbalik di perairan Kalsel pada Minggu, 13 September 2026 lalu.

Kepergian almarhum menyisakan kesedihan mendalam lantaran dia meninggalkan seorang istri nan tengah mengandung 7 bulan serta balita berumur 1,7 tahun.

“Anak pertama tetap kecil, istrinya juga sedang hamil,” kata ipar korban, Nurhidayati Rahmah (Yatik).

Nurul Riyan diketahui telah melakoni pekerjaan pelayar selama 5 tahun, namun baru sekitar 3 bulan berasosiasi di KM Virgo Transport 8. Selama ini, almarhum rutin mengambil jatah pulang sepekan dalam sebulan demi menantikan momen kelahir anak keduanya.

“Dua bulan lagi istrinya melahirkan,” pungkas Yatik. (Sudur/Fine)

Selengkapnya