Student Day LPM ALIPI UTM, Ketua PWI Bangkalan Bedah Tantangan Jurnalistik Digital

4 jam yang lalu 2

BANGKALAN, koranmadura.com – Kecepatan arus info dan tuntutan kecermatan kebenaran sekarang menjadi dua tantangan utama para wartawan dalam mengarungi era digital. Setiap insan pers dituntut menyajikan buletin kilat tanpa mengurangi kelengkapan info maupun norma etik.

Persoalan krusial tersebut menjadi topik hangat nan dibahas dalam arena Student Day besutan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ALIPI Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Sabtu, 31 Oktober 2026.

Mengusung tema “Membangun Personal Branding melalui Kreativitas, Literasi, dan Jurnalisme Digital”, aktivitas training media ini menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangkalan, Mahmud Ismail sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Mahmud menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi memperbesar beban kerja dan tanggung jawab wartawan di lapangan. Kecepatan publikasi di media siber wajib diimbangi prinsip keberimbangan berita.

“Berita dituntut lengkap, tetapi kecepatan juga penting. Ini menjadi persoalan nan sering dihadapi dalam bumi jurnalistik,” kata Ketua PWI Bangkalan, Mahmud Ismail, Sabtu, 31 Oktober 2026 hari ini.

Ia mewanti-wanti para calon wartawan muda agar tidak abai terhadap proses verifikasi hanya demi mengejar predikat buletin tercepat. Pengecekan ulang kebenaran dan konfirmasi silang (cross check) kepada narasumber wajib menjadi kultur kerja.

“Jangan hanya mengejar menjadi nan pertama. Pastikan info benar, sumbernya jelas, dan sudah dikonfirmasi. Kredibilitas wartawan berjuntai pada buletin nan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Mahmud.

Di samping itu, Mahmud menggarisbawahi pentingnya membentuk rekam jejak (personal branding) nan kuat melalui konsistensi dalam memproduksi konten jurnalistik berbobot tinggi.

“Wartawan kudu mempunyai karakter unik melalui karya-karyanya. Bangun reputasi dengan tulisan berbobot agar karya kita bisa menjadi rujukan masyarakat dalam mendapatkan informasi,” jelasnya.

Pada kesempatan nan sama, Ketua Umum UKM LPM ALIPI, Rofiqotul Fauziqoh berambisi ruang obrolan ini bisa menggembleng mental serta mempertajam wawasan literasi awak media kampus.

“Kami berambisi mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga bisa menghasilkan karya jurnalistik nan berkualitas, kreatif, dan bertanggung jawab,” ungkap Rofiqotul Fauziqoh.

Ia menyampaikan komitmennya bahwa LPM ALIPI bakal terus konsisten menggelar program edukasi media demi mencetak kader wartawan mahasiswa nan adaptif di tengah era disrupsi digital.

“Ke depan, kami bakal menyajikan beragam agenda nan menunjang pengetahuan dan keahlian mahasiswa di bagian jurnalistik,” pungkasnya. (Mahmud/Fine)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0