Sidak Beras Fortifikasi Bermasalah, Diskopumdag Bangkalan Temukan Produk Masih Beredar

1 jam yang lalu 1
Beras Fortifikasi(KM/IST) PENGAWASAN: Pegawai Diskopumdag Bangkalan saat melakukan inspeksi mendadak terhadap peredaran beras fortifikasi di salah satu toko modern di wilayah Mlajah, Jumat (18/9/2026).

KABAR MADURA | Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran beras fortifikasi nan sebelumnya disebut Kementerian Pertanian (Kementan) bermasalah, Jumat (18/9/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan produk nan masuk dalam daftar beras bermasalah itu tidak lagi beredar dan diperjualbelikan di pasaran.

Kepala Diskopumdag Bangkalan, Moh Rasuli, mengatakan, sidak tersebut merupakan tindak lanjut atas info mengenai produk beras fortifikasi nan menjadi perhatian pemerintah.

“Kami melakukan sidak pada hari ini untuk memastikan bahwa produk beras fortifikasi nan disebut Kementan sebelumnya bermasalah tidak lagi diperjualbelikan,” ujarnya.

Namun, dalam pelaksanaannya, petugas tetap menemukan produk nan dimaksud dijual di salah satu toko modern di Bangkalan.

“Dari hasil sidak kami menemukan toko modern nan tetap menjual beras tersebut. Di salah satu Indomaret di Mlajah, kami menemukan merek Anak Raja Nusantara nan tetap diperjualbelikan,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut, Diskopumdag langsung memberikan teguran kepada pihak toko. Petugas meminta agar produk itu segera ditarik dari etalase penjualan.

“Dengan adanya temuan itu kami telah memberikan teguran agar menarik beras tersebut dan pihak Indomaret kooperatif dengan menyanggupi imbauan kami,” imbuhnya.

Rasuli menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melindungi konsumen. Terutama agar masyarakat tidak membeli maupun mengonsumsi produk nan telah dinyatakan bermasalah oleh pemerintah.

“Tujuan tidak lain untuk melindungi konsumen dari produk-produk nan dilarang alias bermasalah dan konsumen tidak mengalami kerugian,” pungkasnya. (fik/zul)

Iklan Madura United

Selengkapnya