Sidak BBM Pamekasan Temukan Motor Bertangki Modifikasi dan Pembelian Jeriken Tanpa Rekomendasi

44 menit yang lalu 1
KM/IST | TANGKI JUMBO: Tangki modifikasi pada sepeda motor ditemukan tim campuran Pemkab Pamekasan saat menyidak 12 SPBU, Jumat (4/9/2026).

KABAR MADURA | Tim campuran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menemukan sepeda motor dengan tangki nan dimodifikasi untuk menampung bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah lebih besar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di 12 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Jumat (4/9/2026).

Selain motor bertangki modifikasi, tim juga menemukan dugaan SPBU tetap melayani pembelian BBM menggunakan jeriken tanpa dilengkapi surat rekomendasi resmi.

Sidak dilakukan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan berbareng tim campuran dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pamekasan, Sripuji Harijani, mengatakan sejumlah temuan tersebut diperoleh saat tim melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM di lapangan.

“Salah satu temuan menonjol ialah sepeda motor nan tangkinya telah dimodifikasi agar kapabilitas pengisiannya menjadi lebih besar. Selain itu, ditemukan juga dugaan dari SPBU tetap melayani pembelian jerigen tanpa rekomendasi resmi,” ungkapnya, Jumat (4/9/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, Sripuji meminta pengelola SPBU lebih tegas menolak pengisian BBM terhadap kendaraan dengan tangki nan dimodifikasi. Ketentuan serupa juga diminta diterapkan terhadap pembelian menggunakan jeriken tanpa surat rekomendasi resmi.

Bagian Perekonomian tidak mempunyai kewenangan melakukan penindakan terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Karena itu, temuan selama sidak bakal dilaporkan kepada pihak berkuasa untuk ditindaklanjuti.

“Kami Bagian Perekonomian tidak punya kewenangan melakukan penindakan. Jadi kami kelak hanya bakal melaporkan, lantaran tetap dugaan jadi biar pihak nan berkuasa nan menindaklanjuti untuk penyelidikan,” tegasnya.

Sripuji mengatakan pengawasan pengedaran BBM juga bakal diperketat melalui koordinasi dengan operator SPBU dan monitoring secara rutin di lapangan.

Sementara mengenai antrean panjang nan terjadi di sejumlah SPBU di Pamekasan, Sripuji menyebut kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya keterlambatan pengedaran BBM bersubsidi dari Pertamina Patra Niaga Surabaya pada awal September 2026, peningkatan permintaan sejak Juli hingga Agustus, serta pembelian secara berlebihan lantaran kepanikan masyarakat (panic buying).

Dia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan lantaran pengedaran BBM disebut telah kembali melangkah rutin. (fit/waw)

Selengkapnya