Sering Keluar Saat Jam Kerja, Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Diminta Dimutasi

21 jam yang lalu 3

Sejumlah wali siswa dan masyarakat melakukan audiensi di SDN Jambringin 2 Pamekasan. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sejumlah masyarakat dan wali siswa mendatangi SDN Jambringin 2 Pamekasan, Senin (14/9), untuk menyampaikan sejumlah keluhan mengenai pelayanan sekolah.

Mereka juga mendesak Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Didik Prasetyo dimutasi lantaran dinilai kurang ahli dalam menjalankan tugas.

Desakan tersebut muncul setelah masyarakat menyoroti sejumlah persoalan. Di antaranya, kurangnya komunikasi dengan masyarakat dan wali murid, serta kondisi sejumlah akomodasi sekolah.

Perwakilan masyarakat, Abdus Sakur mengatakan, Didik sering meninggalkan sekolah sebelum jam kerja berakhir. Kondisi tersebut diklaim nyaris setiap hari terjadi sejak 2021.

“Sering meninggalkan sekolah sebelum jam kerja berhujung dan itu nyaris setiap hari terjadi sejak 2021. Artinya, ketika sekitar pukul 09.00 WIB dan kembali menjelang jam pulang,” ungkap Abdus Sakur.

Masyarakat juga mengaku beberapa kali berjumpa Didik di luar lingkungan sekolah saat jam kerja. Ketika ditanya mengenai keberadaannya, nan berkepentingan disebut berdasar mempunyai kepentingan di luar sekolah.

Selain persoalan kehadiran kepala sekolah, masyarakat menyoroti akomodasi bilik mandi sekolah. Sejumlah siswa disebut kerap menumpang ke bilik mandi milik penduduk lantaran akomodasi bilik mandi di sekolah dinilai tidak layak.

“Setelah kami telusuri air di bilik mandi sekolah itu penuh, rupanya permasalahannya ada di pintu bilik mandi. Kok bisa bilik mandi tidak ada pintunya, kemana anggaran sekolah?,” ungkap perwakilan masyarakat lainnya, Subeiri.

Ia juga menyampaikan, sulitnya berjumpa dengan kepala sekolah menjadi persoalan lain nan dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, ketika wali siswa alias masyarakat mempunyai keperluan mengenai pelayanan sekolah maupun hendak menyampaikan sesuatu, Didik sering tidak berada di sekolah.

Kondisi tersebut dinilai membikin peran kepala sekolah kurang dirasakan oleh masyarakat. Sebab, keberadaan kepala sekolah dianggap krusial untuk memastikan pelayanan dan komunikasi dengan wali siswa maupun masyarakat melangkah dengan baik.

“Kalau kepala sekolahnya ada, tetapi tidak berada di tempat ketika masyarakat membutuhkan, sama saja seperti tidak ada,” keluh Subeiri.

Selain itu, hubungan kepala sekolah dengan masyarakat dan wali siswa juga dinilai kurang baik. Masyarakat berambisi kepala sekolah lebih terbuka dan mudah ditemui ketika terdapat kepentingan nan berangkaian dengan sekolah.

“Juga ada ungkapan duit keamanan. Uang keamanan apa? Kami tidak tahu perihal itu, kami tidak merasa menerima duit keamanan itu,” kata laki-laki nan berkawan disapa Beiri itu.

Atas sejumlah persoalan tersebut, masyarakat dan wali siswa mendesak Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan diganti. Bahkan, mereka meminta Didik tidak lagi mendatangi sekolah selama proses pergantian berjalan meski proses tersebut diperkirakan memerlukan waktu hingga dua bulan.

Kabid Tenaga Kependidikan (Tendik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Fadlillah menyampaikan, pihaknya saat ini sedang melakukan pertimbangan dan telah melaporkan persoalan tersebut kepada pimpinan.

Menurut Fadlillah, pihak wali siswa telah mengirimkan surat kepada Disdikbud Pamekasan sekitar satu minggu sebelum audiensi. Namun, sejumlah keluhan nan disampaikan saat audiensi tidak seluruhnya tercantum dalam surat tersebut.

“Semua laporan itu tidak ada di surat, semuanya masyarakat sampaikan ketika audiensi. nan ada hanya sering keluar, itu betul adanya dan nan berkepentingan mengaku ketika dapat undangan dari kami alias Korwil, pengakuannya seperti itu,” ungkapnya.

Meski demikian, Disdikbud Pamekasan telah melakukan pertimbangan dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan. Dari proses tersebut, permintaan masyarakat mengenai mutasi kepala sekolah bakal dikabulkan.

“Tapi, ini proses mutasinya kesepakatan kemarin itu 1 sampai 2 bulan. Tidak bisa moro-moro di mutasi saat itu juga, ada beberapa tahapan,” tegas Fadlillah.

Klik Madura telah berupaya menghubungi Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Didik Prasetyo untuk mendapatkan konfirmasi dan tanggapan atas keluhan tersebut. Namun, hingga buletin ini diterbitkan, nan berkepentingan belum merespons. (enk/nda)

Selengkapnya